Biadab, Wanita di Jember Dipukuli dan Disekap Dikandang Sapi oleh Suaminya Sendiri
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
17 - Mar - 2024, 12:01
JATIMTIMES - Suara rintihan perempuan meminta tolong terdengar di Dusun Krajan, Desa Glundengan, Wuluhan, Jember. Ternyata, suara tersebut datang dari seorang perempuan berinisial SP (48). Ia kabur usai dianiaya lalu disekap suaminya, Hermawan atau To Heri (51) di dalam kandang sapi.
Kasus penganiayaan yang menimpa SP atau Supiati tersebut sempat menghebohkan dunia jagat maya. Melansir akun Instagram @infomalangan, terlihat kondisi Supiati saat ditemukan warga dalam kondisi sangat mengenaskan. Ia bahkan tak terlihat seperti manusia karena lebam yang ada di wajahnya.
Baca Juga : Han So-hee Tulis Surat Permintaan Maaf ke Hyeri, Akui Pacaran dengan Ryu Jun-yeol
Dengan kondisi rambut terurai, air mata bercucuran dan lebam di seluruh wajahnya membuat Supiati hampir tidak dikenali. Lantas bagaimana kronologi Supiati bisa menerima KDRT se-sadis itu dari sang suami? Berikut sederet faktanya:
Pergi Bekerja ke Medan Tanpa Pamit
Menurut penuturannya, Supiati mengaku bahwa dirinya telah dipukuli oleh sang suami. Supiati juga mengungkapkan bahwa dirinya baru saja pulang ke rumahnya setelah merantau ke Medan untuk bekerja.
Menurut penuturannya, kejadian itu dilatarbelakangi dirinya yang meninggalkan rumah untuk mencari kerja pada tanggal 23 Desember 2023 namun tidak pamit dengan sang suami. Supiati kemudian bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Medan, Sumatera Utara. Dua bulan kemudian, Supiati pun pulang ke rumahnya di Jember pada Senin (4/3/2024).
Disambut dengan Kekerasan dan Disekap Dikandang Sapi
Bukannya disambut hangat oleh keluarga, Supiati malah mendapat kekerasan dari Toheri. Dengan kondisi marah, Toheri menganiaya istrinya hingga babak beluk. Selain itu, Supiati disekap di kandang sapi yang kosong oleh suaminya pada Kamis (7/3/2024). Selain itu, tangan Supiati diikat menggunakan tali dan rantai di tiang dalam kandang sapi.
Ditangani Kapolsek Wuluhan dan Pelaku Diamankan
Baca Juga : Tips Menghindari Dehidrasi dan Kekurangan Cairan saat Puasa
Usai ditemukan warga dan viral, kasus Supiati tersebut telah ditangani oleh Kapolsek Wuluhan. AKP Solekhan Arief mengatakan korban berhasil kabur dan melepaskan ikatan pada Kamis malam.
“(Diikat)) Tujuannya agar korban tidak kabur. Tapi beruntung, sekitar pukul 9 malam, korban dapat melepas tali yang mengikatnya kemudian melarikan diri," jelas dia.
Supiati kemudian kabur dan sempat bersembunyi di sebuah gudang sembari meminta tolong. "Warga sekitar mendengar suara perempuan minta tolong dari arah gudang di wilayah setempat. Saat didatangi, ternyata sudah ada korban," jelas dia.
Saat ditemuukan, kondisi korban babak belur dengan luka lebam di seluruh tubuh terutama di bagian kepala. Pihak Polsek Wuluhan sudah berkoordinasi dengan Unit PPA Sat Reskrim Polres Jember dan juga DP3AKB Jember untuk membantu perawatan korban.
"Untuk pelaku yang merupakan suami korban langsung kami amankan," tuturnya.
