Situbondo Dilirik Brunei Darussalam, Brudifa Bahas Peluang Investasi Pertanian dan Wisata
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Dede Nana
07 - Feb - 2026, 05:47
JATIMTIMES - Kabupaten Situbondo kembali menjadi magnet kerja sama internasional. Kali ini, Tim Brunei Darussalam-Indonesia Friendship Association (Brudifa) melakukan kunjungan resmi ke Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026) untuk membahas peluang bisnis di berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga pariwisata.
Setibanya di Situbondo, rombongan Brudifa langsung diajak merasakan potensi unggulan daerah dengan melakukan petik buah alpukat di Kebun Sampean Green Farm (SGF), Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Aktivitas ini menjadi pembuka rangkaian agenda kunjungan yang sarat nuansa bisnis dan diplomasi persahabatan.
Baca Juga : Arema FC Tambah Kekuatan di Sektor Kiri, Leo Guntara Resmi Jadi Amunisi Baru
Kunjungan tersebut merupakan lawatan balasan setelah Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo sebelumnya melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam pada 28 Oktober 2025 lalu. Pertemuan ini menandai kesinambungan komunikasi dan penjajakan kerja sama antara kedua wilayah.
Ketua Rombongan Brudifa, Haji Muhammad Hafiy bin Abdullah Fung, menyampaikan bahwa kunjungan ke Situbondo memang difokuskan untuk berbicara peluang bisnis yang saling menguntungkan.
"Ini kunjungan balasan setelah Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo melakukan lawatan ke Brunei Darussalam. Kunjungan ini untuk berbicara bisnis," ujar Haji Muhammad Hafiy bin Abdullah Fung kepada JATIMTIMES.
Ia menjelaskan, rombongan Brudifa yang berjumlah 27 orang tidak hanya mengunjungi Kebun Sampean Green Farm. Sejumlah destinasi dan sentra ekonomi lokal juga masuk dalam agenda, di antaranya sentra UMKM abon ikan, Taman Nasional Baluran, Wisata Pantai Pasir Putih, serta Pendopo Pate Alos Besuki.
Menurut Haji Muhammad, kunjungan ini juga merupakan bentuk tindak lanjut dari pesan langsung Bupati Situbondo saat berada di Brunei Darussalam. Ia mengaku terkesan dengan sambutan dan suasana Situbondo yang dinilai nyaman serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
"Ketika Bapak Bupati Situbondo berada di Brunei Darussalam, beliau berpesan agar kami berkunjung ke Situbondo. Hari ini pesan itu sudah kami tepati dan kami merasa sangat nyaman berada di Kabupaten Situbondo," ungkapnya.
Tak hanya menjajaki kerja sama, rombongan Brudifa juga menyatakan ketertarikannya untuk belajar langsung dari para petani Situbondo, khususnya dalam pengembangan perkebunan alpukat. Bahkan, peluang mencari mitra bisnis dari Situbondo untuk dikembangkan di Brunei Darussalam pun terbuka lebar.
Baca Juga : Dialog Abu Yazid dan Seekor Anjing, Pelajaran Kerendahan Hati dari Makhluk yang Dipandang Hina
"Kami ingin belajar kepada para peladang atau petani Situbondo untuk membuat perkebunan alpukat di Brunei Darussalam, atau menjalin kemitraan bisnis dengan pelaku usaha dari Situbondo," jelas Haji Muhammad.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan balasan dari Tim Brudifa. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Situbondo ke tingkat internasional.
"Alhamdulillah, Pemkab Situbondo bisa menghadirkan Tim Brunei Darussalam-Indonesia Friendship Association ke Situbondo untuk melihat langsung potensi bisnis yang ada. Semoga kunjungan ini bisa membawa Kabupaten Situbondo melesat naik kelas," harap Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu.
Dari pihak tuan rumah lokasi, Suherman selaku Humas Kebun Sampean Green Farm (SGF) Desa Kotakan mengaku bangga dan terhormat atas kunjungan rombongan Brudifa ke kebun alpukat yang dikelolanya.
"Ini merupakan kehormatan bagi kami dikunjungi Tim Brunei Darussalam–Indonesia Friendship Association. Kami juga berterima kasih kepada Bupati Situbondo yang telah mengarahkan kunjungan ini ke Kebun Alpukat SGF," pungkasnya.
