Ribuan Relawan Siap Bertugas, Persiapan Mujahadah Kubro NU di Kota Malang Sudah Matang

Reporter

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

07 - Feb - 2026, 07:10

Kesiapan venue Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Persiapan pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Kota Malang dipastikan telah matang. Panitia lokal menegaskan seluruh elemen pendukung, mulai dari posko layanan, relawan, konsumsi hingga pengamanan, siap menyambut ratusan ribu jamaah yang akan hadir.

Ketua Panitia Lokal Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, H Edy Hayatullah, menyampaikan bahwa kesiapan posko dan relawan kini telah memasuki tahap akhir. Seluruh koordinasi lintas unsur NU terus dimantapkan agar pelaksanaan Mujahadah Kubro berjalan tertib dan lancar.

Baca Juga : Berlangsung di Tengah Anomali Cuaca, Panitia Harlah Satu Abad NU Siapkan Antisipasi Hujan

“Persiapan Mujahadah Kubro terus kami maksimal dengan koordinasi semua pihak. Relawan bekerja siang malam. Ini bukan kerja satu-dua kelompok, tapi kerja bersama seluruh elemen NU,” ujar Gus Edy

Sebanyak 100 posko layanan telah disiapkan dan dioperasikan oleh ribuan relawan dari berbagai badan otonom dan lembaga NU. Mereka berasal dari LPBI NU, GP Ansor, Banser, PMII, IPNU, IPPNU, Pramuka Ma’arif NU, hingga muhibbin NU yang secara sukarela terlibat melayani jamaah. “Setiap relawan punya peran. Ada yang di posko, ada yang membagikan konsumsi, ada yang mengatur arus jamaah, ada juga pasukan semut yang fokus kebersihan. Semua bergerak dengan semangat khidmah,” jelasnya. 

Posko-posko tersebut ditempatkan secara strategis di jalur masuk Kota Malang, kawasan Stadion Gajayana, serta titik-titik konsentrasi jamaah. Relawan juga ditugaskan memandu bus, kendaraan pribadi, hingga rombongan pejalan kaki agar distribusi jamaah merata dan tidak terjadi penumpukan. 

Dari sisi konsumsi, kesiapan juga telah dipastikan melalui dukungan PC Muslimat NU Kota Malang. Muslimat NU mengoperasikan dapur umum milik Dinas Sosial Jawa Timur di dua titik utama serta menggerakkan anggotanya untuk berdonasi minimal dua bungkus nasi per orang. “InsyaAllah ratusan ribu paket konsumsi, mulai nasi, makanan ringan, hingga minuman, bisa dinikmati jamaah Mujahadah Kubro,” ujar Gus Edy. 

Ketua PCNU Kota Malang, Dr KH Israqunnajah, menegaskan kesiapan 100 posko dan ribuan relawan menjadi bukti keseriusan NU Kota Malang sebagai tuan rumah kegiatan nasional. Menurutnya, seluruh aspek persiapan telah disiapkan secara terukur dan terkoordinasi. “Alhamdulillah, persiapan semakin matang. PCNU Kota Malang siap menyambut ratusan ribu tamu dengan sebaik-baiknya,” ujar ulama yang akrab disapa Gus Is itu. 

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor juga telah rampung dilakukan bersama TNI, Polri, Pemkot Malang, dan unsur pengamanan lainnya. Rapat koordinasi tersebut mencakup pengamanan kegiatan hingga kesiapan penyambutan apabila Presiden RI Prabowo Subianto hadir pada puncak acara. “Rakor sudah dilakukan, termasuk persiapan kedatangan Presiden. Semua disiapkan secara serius dan profesional,” tegasnya. 

Baca Juga : Layanan Kesehatan Disiagakan 2 Hari Penuh, Ini Lokasi Pos Medis Harlah 1 Abad NU di Malang

Gus Is juga menyebut Mujahadah Kubro kali ini sarat dengan simbol “serba 100” yang memperkuat makna peringatan satu abad NU. “Ini istimewa. 100 tahun usia NU kalender Masehi, 100 tahun Stadion Gajayana, 100 ribu jamaah, dan 100 posko relawan. Serba 100, penuh makna,” katanya. 

Sementara itu hingga H-2 kemarin, jumlah jamaah tercatat mencapai 104.541 orang atau dibulatkan sekitar 105 ribu jamaah. Data tersebut disampaikan Sekretaris PWNU Jawa Timur, DR HM Faqih. 

Ratusan ribu jamaah tersebut berasal dari 77.541 jamaah PCNU se-Jawa Timur dan 27.000 warga Muslimat NU. Mereka datang menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil, dan 5.413 sepeda motor yang dibagi dalam sembilan zona kedatangan dengan sistem penanggung jawab berlapis.

Dengan kesiapan 100 posko, ribuan relawan, konsumsi yang terjamin, serta koordinasi lintas sektor yang telah matang, Mujahadah Kubro di Kota Malang dipastikan berlangsung tertib dan kondusif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi puncak peringatan satu abad NU, tetapi juga menegaskan kuatnya khidmah dan gotong royong warga Nahdlatul Ulama di Kota Malang.