Direktur RSI Unisma Titip Harapan di Harlah 1 Abad NU, Doakan Khidmat untuk Umat Terus Menguat

Editor

A Yahya

07 - Feb - 2026, 07:35

Direktur RSI Unisma, drg. Hj. Musyrifah, M.Kes (ist)

JATIMTIMES – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) bukan sekadar penanda usia, tetapi momentum refleksi dan harapan bagi perjalanan khidmat NU ke depan. Hal itu tergambar dalam Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026, dan diperkirakan dihadiri ratusan ribu jemaah Nahdliyin dari berbagai daerah.

Di tengah gelombang doa dan dzikir, Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma, drg. Hj. Musyrifah, M.Kes., menyampaikan harapannya agar NU di usia satu abad semakin kokoh dalam pengabdian kepada umat, sekaligus menjadi kekuatan sosial-keagamaan yang terus memberi manfaat nyata. “Harapan saya, mudah-mudahan NU semakin jaya, semakin bisa berkhidmat untuk umat, dan terus memberi manfaat, khususnya bagi warga Nahdliyin,” ujar Musyrifah saat diwawancarai.

Baca Juga : Jelang Ramadan 1447 H, Satgas Pangan Polres Malang Pastikan Harga Bapokting Aman

Sebagai bagian dari keluarga besar NU, RSI Unisma turut mengambil peran aktif dalam menyukseskan Mujahadah Kubro dengan menurunkan tim kesehatan lengkap selama dua hari penuh. Bagi Musyrifah, keterlibatan ini bukan sekadar tugas medis, melainkan wujud khidmat institusi NU dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan jamaah.

RSI Unisma ditugaskan sebagai tim kesehatan mulai Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 8 Februari 2026 pukul 21.00 WIB. Layanan diberikan tanpa jeda melalui empat shift penuh, dengan titik penugasan di pintu timur Stadion Gajayana sesuai pembagian dari Dinas Kesehatan. “Empat shift kami siapkan penuh selama dua hari. Timnya lengkap, ada dokter, perawat, ambulans, dan pengemudi,” jelasnya.

Setiap shift diperkuat sekitar lima personel, sehingga total tenaga medis yang disiagakan mencapai lebih dari 20 orang. RSI Unisma juga menggandeng mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisma serta Medical Rescue Team FK Unisma untuk memperkuat respons di lapangan.

Pelayanan kesehatan yang diberikan mengusung konsep klinik lapangan, dengan fokus pada penanganan medis umum yang kerap muncul dalam kegiatan massal berskala besar. Mulai dari kelelahan, dehidrasi, pusing, luka ringan, hingga cedera nonklinis telah diantisipasi secara menyeluruh. “Kami siapkan penanganan infus untuk kasus dehidrasi, perawatan luka ringan, dan stabilisasi pasien. Jika ada yang perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan, pasien distabilkan terlebih dahulu di pos kami,” terangnya.

Baca Juga : Aksi Heroik Wisatawan Malang Selamatkan Dua Orang Tenggelam, Berakhir Hilang di Pantai Sine

Pos kesehatan RSI Unisma berada di ring dua pintu timur stadion. Tim telah melakukan persiapan tenda layanan serta seluruh peralatan medis pendukung agar siap digunakan saat puncak kegiatan.

Lebih jauh, Musyrifah berharap Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU dapat berjalan aman dan lancar, tanpa kasus medis berat yang mengganggu kekhidmatan acara. “Harapan kami acara berjalan lancar dan kasus-kasus yang ditangani tidak berat. Semoga semuanya bisa tertangani di lokasi tanpa banyak rujukan,” pungkasnya.