155 Warga Binaan Lapas Malang Jalani Tes VCT Mobile, Upaya Deteksi Dini Penyakit Menular
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Nurlayla Ratri
10 - Feb - 2026, 05:41
JATIMTIMES - Upaya pemenuhan hak layanan kesehatan terus dilakukan di Lapas Kelas I Malang. Pada Selasa, 10 Februari 2026, sebanyak 155 warga binaan mengikuti pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile untuk mendeteksi risiko penularan HIV/AIDS serta Infeksi Menular Seksual (IMS).
Kegiatan pemeriksaan tersebut digelar di area layanan kesehatan klinik lapas dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kota Malang. Program VCT Mobile ini menjadi langkah preventif yang rutin dilaksanakan guna menjaga kesehatan dan keamanan lingkungan pemasyarakatan yang memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi terhadap penyakit menular.
Baca Juga : Ratusan Sapi Diserang Virus PMK, Disnakeswan Lamongan Genjot Vaksinasi
Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, mengatakan seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan tertib dan lancar. Proses pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Malang dengan pendampingan petugas lapas.
“Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Dinkes Kota Malang didampingi oleh petugas lapas. Seluruh warga binaan mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan tertib dan kooperatif,” jelas Teguh.
Tak hanya menjalani pemeriksaan kesehatan dan VCT Mobile, para warga binaan juga mendapatkan edukasi mengenai penerapan pola hidup bersih dan sehat. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri serta kebersihan lingkungan di dalam lapas.
“Layanan kesehatan adalah hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Teguh menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut karena sejalan dengan komitmen lapas dalam melakukan pencegahan dini penyakit menular. Menurutnya, langkah preventif semacam ini menjadi kunci untuk menjaga kualitas hidup warga binaan.
Baca Juga : Kasus TBC Tinggi, Dinkes Lamongan Gencarkan Screening
“Kegiatan VCT Mobile dan pemeriksaan kesehatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami, di dalam meningkatkan kualitas hidup warga binaan. Selain itu, ini juga selaras dengan langkah preventif pencegahan penyakit menular,” terangnya.
Ia pun berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan menjangkau seluruh warga binaan di Lapas Kelas I Malang. Sinergi dengan Dinas Kesehatan diharapkan terus diperkuat demi menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan aman.
“Kami berharap, sinergi dengan ini dapat terus diperkuat. Selain menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan aman, juga sebagai bentuk pemenuhan hak layanan kesehatan warga binaan,” tandas Teguh.
