Pembahasan Rakor MBG Ramadan Diduga Tak Layak: Temuan Kedaluwarsa hingga Buah Mentah
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Nurlayla Ratri
27 - Feb - 2026, 10:16
JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait sinkronisasi dan optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sesuai agenda, rakor tersebut bakal digelar di Pendapa Agung Kabupaten Malang pada hari ini, Jumat (27/2/2026) pagi.
Belakangan diketahui, rakor turut digelar menyusul adanya sejumlah temuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang. Yakni terkait menu MBG Ramadan atau menu kering selama bulan puasa 1.447 Hijriah/2026 Masehi yang diduga tak layak.
Baca Juga : DPRD Situbondo Bersih-Bersih Regulasi, Puluhan Perda Usang Dicabut Demi Kepastian Hukum
"Iya, saya kebetulan menerima banyak WA (laporan melalui WhatsApp, red), beberapa anggota DPRD yang lain juga sama, ada masyarakat yang menyampaikan keluhan," ujar anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok kepada JatimTIMES, saat dikonfirmasi menjelang rakor berlangsung.
Keluhan dari para penerima manfaat ihwal MBG edisi Ramadan yang diduga tidak layak tersebut, diakui Zulham, berasal dari beragam wilayah di Kabupaten Malang. Yakni setidaknya yang tersebar di belasan kecamatan dari total 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. "Dari beberapa wilayah di Kabupaten Malang, ada (keluhan soal MBG, red)," imbuhnya.
Dijabarkan Zulham, belasan kecamatan tersebut di antaranya meliputi Kecamatan Gondanglegi, Bululawang, Singosari, Lawang, Poncokusumo, Dampit, Ampelgading, Tumpang, hingga Donomulyo dan beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Malang. "Saya membaca pola kalau produk yang dibagikan inikan ternyata identik, mirip: kurma, atau buah-buahan, susu, hingga roti," bebernya.
Zulham menduga, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saling kompak atau bahkan telah menyepakati petunjuk teknis (juknis). Sehingga berlaku di semua wilayah Kabupaten Malang yang menyebabkan pola menu MBG saat Ramadan menjadi identik.
"Menu MBG di bulan puasa ini dinilai kadar kualitasnya banyak yang merasa tidak memenuhi terutama soal standar gizi," ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, paket MBG kering yang dianggap identik alias mirip yang kini dikeluhkan oleh beberapa penerima manfaat termasuk siswa saat Ramadan tersebut terdiri dari berbagai macam menu. Merujuk pada pernyataan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program MBG di Kabupaten Malang, menu yang disalurkan tersebut meliputi kurma, kacang kulit rebus, donat, susu, telur rebus, bubur kacang hijau, brownies, hingga keripik tempe.
Selain itu, pada paket menu MBG Ramadan tersebut juga tersedia beragam buah-buahan yang di antaranya meliputi jeruk, pisang, hingga apel. Di mana, beragam varian menu tersebut nantinya akan terbagi dalam beberapa paket.
Baca Juga : Khutbah Jumat Ramadan 27 Februari: Puasa Melatih Kesabaran dan Bersyukur
Mirisnya, dari temuan maupun laporan yang disampaikan ke Dewan Kabupaten Malang, sebagian menu yang dibagikan diduga tidak layak. Termasuk pada buah yang didistribusikan dalam kondisi masih mentah.
"Padahal kan punya ahli gizi, masa iya ahli gizi merekomendasikan buah mentah, kemudian roti yang kedaluwarsa, ini temuannya kan begitu, buahnya diduga mentah," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Zulham turut mengimbau kepada sejumlah pihak terkait yang terlibat dalam realisasi MBG untuk berdiskusi bersama. Sehingga bisa saling mengoptimalkan program dari Pemerintah Pusat tersebut.
"Artinya, jangan turun kualitasnya di bulan puasa, bekerjalah dengan baik. Program Pak Presiden (Republik Indonesia, red) baik tapi kalau operatornya kurang bagus akhirnya masyarakat kan menerima asumsinya jadi salah," pungkas Zulham.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, agenda rakor sinkronisasi dan optimalisasi program MBG baru saja dimulai. Pada agenda rakor tersebut turut serta dihadiri oleh sejumlah pihak termasuk jajaran Forkopimda Kabupaten Malang. Di mana, pada agenda rakor tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Malang HM. Sanusi.
