Hadapi Krisis Energi Global, DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Sektor UMKM

31 - Mar - 2026, 02:18

Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono ketika memimpin Rapat Paripurna.

JATIMTIMES – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik yang memicu ancaman krisis energi dunia, DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendesak pemerintah provinsi (Pemprov) untuk segera memperkuat benteng ekonomi domestik.

Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono menegaskan bahwa penguatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kunci utama agar ekonomi Jatim tetap tangguh menghadapi guncangan global.

Baca Juga : Korupsi Pengadaan Tanah Polinema: Hakim Vonis 2 Tahun, Jaksa Evaluasi Banding

Blegur menyoroti situasi di Selat Hormuz dan ketegangan internasional yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan minyak dunia. Menurutnya, Jatim harus memiliki strategi mitigasi yang konkret, baik dari sisi ketersediaan energi maupun ketahanan daya beli masyarakat.

"Hari ini seluruh dunia mengalami kecemasan yang sama terkait dengan krisis energi. Kita berharap pemerintah provinsi benar-benar mengantisipasi terkait dengan potensi kelangkaan tersebut. Koordinasi dengan stakeholder seperti BUMN dan Pertamina harus dipastikan agar pasokan tetap aman dan tepat waktu," ujar Blegur di Gedung DPRD Jatim belum lama ini.

Sebagai langkah perlindungan terhadap ekonomi rakyat, Blegur menekankan pentingnya menempatkan UMKM sebagai prioritas utama dalam skema pembangunan daerah. Ia menilai sektor ini adalah unit usaha yang paling adaptif dan mampu menghidupkan sirkulasi ekonomi di tingkat akar rumput saat sektor makro terguncang.

"Sebenarnya yang perlu diperkuat adalah UMKM, karena ini adalah usaha yang memang bisa mengembangkan atau menghidupkan perekonomian masyarakat kecil. Pemprov Jatim harus lebih fokus meningkatkan kualitas UMKM kita agar produk mereka semakin diterima luas oleh masyarakat," jelas politisi dari Fraksi Golkar tersebut.

Selain aspek ekonomi, Blegur juga menitipkan pesan penting mengenai stabilitas sosial. Ia meminta masyarakat Jatim tidak terjebak dalam kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi di media sosial mengenai isu krisis energi global.

Baca Juga : Pemkot Surabaya Tunggu Arahan WFH, Wali Kota Eri Siapkan Skema Alternatif Hemat BBM

"Masyarakat jangan terlalu menerima informasi mentah-mentah melalui media sosial karena terkadang banyak hoax yang beredar. Kita harus bijak dalam menyaring informasi di tengah kecemasan dunia saat ini," pungkasnya.