Terungkap! Ini Alasan Justin Bieber Tak Nyanyikan Lagu Lawas secara Penuh di Coachella 2026, Isu Finansial Ikut Tersorot

14 - Apr - 2026, 09:37

Justin bieber di Coachella 2026. (Foto: X)

JATIMTIMES - Penampilan Justin Bieber di panggung utama Coachella pada Sabtu (11/4/2026) seharusnya menjadi momen yang paling dinantikan para penggemar. Ribuan penonton memadati area festival, menciptakan lautan manusia yang antusias menyambut comeback sang pelantun “Baby”.

Sejumlah artis dunia juga terlihat hadir untuk menyaksikan aksi panggungnya secara langsung. Namun di balik kemeriahan tersebut, penampilan Bieber justru memunculkan tanda tanya besar di kalangan penggemar.

Baca Juga : Ahmad Irawan Pertanyakan Batas Data Publik dan Privat di RUU Satu Data Indonesia

Dalam penampilannya, Justin Bieber lebih banyak membawakan lagu-lagu dari album terbarunya. Hal ini membuat sebagian penonton merasa kurang puas, karena lagu-lagu ikonik yang membesarkan namanya tidak dinyanyikan secara penuh dalam format live.

Alih-alih tampil langsung, beberapa lagu lama justru hanya diputar melalui video. Momen ini sempat menimbulkan kebingungan sekaligus kekecewaan di antara penggemar yang berharap bisa menikmati penampilan klasik secara utuh.

Menariknya, Bieber sempat mencoba mengobati kekecewaan tersebut dengan cara unik. Ia membuka platform YouTube di atas panggung dan memutar lagu-lagu lamanya, lalu bernyanyi bersama penonton layaknya sesi karaoke.

Beberapa lagu populer seperti “Baby”, “Never Say Never”, “That Should Be Me”, “Favorite Girl”, hingga “Beauty and a Beat” ikut diputar. Namun, lagu-lagu tersebut hanya dibawakan dalam bentuk medley singkat berdurasi sekitar tujuh menit.

Tak hanya itu, potongan video lama dan meme Bieber termasuk momen viral saat dirinya menabrak kaca hingga bersitegang dengan paparazi ikut disisipkan dalam penampilan tersebut. Hal ini membuat sebagian penggemar, khususnya Beliebers, merasa pengalaman yang didapat kurang maksimal.

Di tengah sorotan penampilannya, isu lama terkait kondisi finansial Justin Bieber kembali ramai diperbincangkan. Dalam dokumenter produksi TMZ berjudul What Happened to Justin Bieber yang tayang di Hulu, disebutkan bahwa sang penyanyi sempat berada di ambang kebangkrutan pada 2022.

Kondisi tersebut diduga terjadi setelah ia harus membayar ganti rugi akibat pembatalan Justice World Tour demi fokus pada kesehatan mentalnya. Padahal, tur tersebut diperkirakan bisa menghasilkan hingga puluhan juta dolar.

Menurut laporan yang dikutip New York Post Selasa (14/4/2026), langkah penyelamatan yang diambil Bieber adalah menjual seluruh katalog musik lamanya. Produser eksekutif TMZ, Harry Levin, menyebut keputusan itu diambil karena kondisi finansial yang mendesak.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 14 April 2026: Cinta Menghangat, Ide Brilian Bermunculan, Ini Peruntungan Sagitarius hingga Pisces

Jual Katalog Musik Demi Stabilitas

Pada awal 2023, Justin Bieber resmi menjual hak katalog musiknya senilai sekitar US$200 juta kepada Hipgnosis Songs Capital. Kesepakatan ini mencakup hak rilis, rekaman, serta royalti dari ratusan lagu yang dirilis sebelum akhir 2021.

Meski demikian, hak atas master rekaman tetap berada di Universal Music Group. Sementara karya-karya baru Bieber di masa depan juga masih berada di bawah naungan label tersebut.

Pendiri Hipgnosis, Merck Mercuriadis, menyebut keputusan ini memberi kebebasan bagi Bieber untuk menentukan arah hidupnya, tanpa tekanan untuk terus tur atau merilis musik dalam waktu dekat.

Comeback Justin Bieber di Coachella 2026 memang berhasil menarik perhatian dunia, namun juga memicu beragam reaksi dari penggemar. Di satu sisi, ia menunjukkan pendekatan panggung yang berbeda, namun di sisi lain ekspektasi tinggi terhadap penampilan live klasik masih belum sepenuhnya terjawab.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, baik di panggung maupun di balik layar, perjalanan karier Justin Bieber ke depan tetap menjadi hal yang menarik untuk diikuti.