Kemensos RI Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Sampang
Reporter
Abd Syukur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
10 - May - 2026, 04:16
JATIMTIMES – Kementerian Sosial Republik Indonesia melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan program Sekolah Rakyat di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (10/5/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah pedesaan.
Baca Juga : Pemkab Malang Gandeng Bank Jatim soal Biaya Alun-Alun di Kawasan Stadion Kanjuruhan
Peninjauan dipimpin langsung oleh Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.
Dalam kesempatan itu, ia melihat progres pembangunan gedung serta kesiapan fasilitas yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Program Sekolah Rakyat tersebut dirancang menjadi pusat pendidikan terpadu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain memberikan pendidikan formal, sekolah ini juga akan menanamkan pendidikan karakter, keterampilan, dan pembinaan mental bagi para siswa.
Kementerian Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf mengatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Madura diharapkan menjadi solusi nyata bagi anak-anak yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan, terutama di daerah pelosok dan pedesaan.
“Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi wadah pendidikan yang inklusif dan mampu membantu masyarakat kurang mampu agar mendapatkan hak pendidikan yang sama,” ujar Gus Ipul saat meninjau lokasi pembangunan.
Menurutnya, pembangunan gedung sekolah hingga saat ini berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Ia mengaku telah menerima laporan dari pihak pelaksana terkait progres pekerjaan di lapangan.
“Alhamdulillah saya mendapat penjelasan dari teman-teman yang melaksanakan pembangunan. Semuanya diharapkan sesuai target, dan targetnya akhir bulan Juni selesai,” katanya.
Sekolah Rakyat tersebut nantinya diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 siswa mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Seluruh fasilitas akan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan akses pendidikan layak.
Selain memastikan pembangunan berjalan lancar, Gus Ipul juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penerimaan siswa. Pemerintah tidak ingin adanya praktik titipan maupun tindakan yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang.
“Kita ingin dalam proses penjangkauan ini tidak ada titipan dan kongkalikong. Tidak ada praktik KKN,” tegasnya.
Pemerintah berharap keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Madura. Dengan pendidikan yang merata dan mudah diakses, generasi muda diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik
