Daftar Wilayah di Jatim yang Rawan Kebakaran Hutan, Ada Kabupaten Malang

16 - May - 2026, 06:53

Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Musim kemarau 2026 diprediksi bakal lebih kering dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat sejumlah daerah di Jawa Timur mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus potensi kekeringan yang bisa meluas dalam beberapa bulan ke depan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat ada puluhan daerah yang berpotensi mengalami karhutla selama musim kemarau tahun ini. Bahkan, sebagian besar masuk kategori risiko tinggi.

Baca Juga : Fraksi PPP-PSI DPRD Jatim Ingatkan BUMD Bukan Mesin ATM Kekuasaan

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan total ada 28 kabupaten/kota yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026. "Yang berisiko tinggi ada 22 kabupaten/kota," kata Gatot dikutip detikJatim, Sabtu (16/5/2026).

Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, berikut daerah yang masuk kategori risiko tinggi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau 2026:
• Ponorogo
• Tulungagung
• Kabupaten Kediri
• Kabupaten Blitar
• Kota Batu
• Lumajang
• Jember
• Banyuwangi
• Kabupaten Malang
• Bondowoso
• Situbondo
• Kabupaten Probolinggo
• Kabupaten Pasuruan
• Kabupaten Mojokerto
• Jombang
• Nganjuk
• Ngawi
• Magetan
• Kabupaten Madiun
• Bojonegoro
• Lamongan
• Gresik

Daerah-daerah tersebut dinilai rentan mengalami kebakaran lahan akibat cuaca panas berkepanjangan, minimnya curah hujan, hingga aktivitas masyarakat yang memicu api di area hutan maupun lahan kering.

Mengantisipasi dampak musim kemarau yang lebih ekstrem, BPBD Jatim telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan. Salah satunya dengan menyiapkan bantuan dropping air bersih dan tandon air untuk wilayah yang mulai terdampak kekeringan.

BPBD juga meminta masyarakat ikut berperan mencegah karhutla dengan tidak membakar sampah sembarangan, terutama di area terbuka yang mudah terbakar saat cuaca panas.

"Jangan sampai membakar sampah, yang bisa berpotensi terjadinya kebakaran. Silakan menghubungi BPBD kabupaten/kota setempat apabila membutuhkan dropping air bersih," tandasnya.

Baca Juga : PDIP DPRD Jatim Soroti Lemahnya Pengawasan Kuota Kerja Penyandang Disabilitas

Musim kemarau panjang biasanya berdampak pada menurunnya debit air, mengeringnya lahan pertanian, hingga meningkatnya titik api di kawasan hutan dan pegunungan.

Karena itu, masyarakat di wilayah rawan diminta mulai menghemat penggunaan air bersih dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat beraktivitas di area kebun, ladang, maupun hutan.

Selain itu, warga juga diimbau segera melapor jika menemukan titik api kecil agar tidak meluas menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan. Semoga informasi ini membantu.