Pembongkaran Bangunan Lapak Pedagang di Simpang Empat Patih Kota Batu Mulai Dilakukan Bertahap
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
26 - May - 2026, 01:22
JATIMTIMES – Proses sterilisasi lahan di kawasan Simpang Empat Patih, Kota Batu, tengah dilakukan bertahap. Cepat atau lambat, warung dan bangunan lain di atas lahan milik Pemkot Batu tersebut akan diratakan. Mengingat, proyek pelebaran jalan dan penataan kawasan pintu masuk kota itu ditargetkan dimulai akhir bulan Juni 2026.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu kembali melanjutkan proses sterilisasi bangunan yang sudah bersedia dikosongkan pemiliknya di Jalan Trunojoyo dan Jalan Indragiri, Selasa (26/5/2026). DPUPR memastikan jalannya pengosongan bangunan di atas aset daerah tersebut berlangsung kondusif.
Baca Juga : Penjualan Kambing Kurban Anjlok, Disnaskeswan Lamongan Cek Kesehatan
Sejumlah pemilik usaha dari jasa pijat, gerai perbankan, hingga warung kelontong di seputaran area konservasi terpantau mulai membongkar lapak mereka secara mandiri.
“Pada prinsipnya pendekatan kami ini adalah sifatnya persuasif kepada warga, dan alhamdulillah mereka dengan senang hati serta keikhlasan menyerahkan aset tanah pemerintah ini,” terang Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti saat ditemui JatimTIMES, Selasa (26/5/2026).
Pihak dinas mencatat pemberian tenggat waktu atau sosialisasi yang bergulir longgar sejak hampir dua bulan terakhir memberikan ruang yang cukup bagi warga untuk mengemas barang dagangan. Berdasarkan inventarisasi berkala di lapangan, sejumlah penyewa tempat tersisa seperti praktik dokter gigi juga telah berkomitmen menyelesaikan proses angkat barang paling lambat akhir Mei ini.
Menurut Esty, pembersihan tersebut ditargetkan rampung total dalam beberapa pekan ke depan sebelum seluruh tahapan preservasi jalan resmi digulirkan. Dinas PUPR menjadwalkan proyek fisik penataan infrastruktur masterpiece ini akan mulai dikerjakan pada akhir Juni mendatang dengan estimasi durasi kontrak kerja mencapai 150 hari kalender hingga Desember 2026.
“Akhir Juni insyaallah kegiatan preservasi ini sudah dimulai, makanya hari ini kami pasang banner pengumuman di lokasi agar seluruh pengguna jalan tahu akan ada pengerjaan fisik,” tutur Esty menjelaskan lini masa proyek daerah.
Selain pelebaran di Simpang Empat Patih menuju Jalan Trunojoyo, intervensi berat juga bakal menyasar kawasan Jalan Hasanudin yang setiap tahunnya kerap mengalami kerusakan struktur aspal (bleeding). Kerusakan parah yang berulang di jalur tersebut dipicu oleh tingginya volume kendaraan bertonase besar dan truk muatan berat yang melintas di luar kapasitas ketahanan tanah.
Baca Juga : Tekan Laka Lantas, Satlantas Polres Malang Rutin Gelar Edukasi, Setahun 793 Kasus Kecelakaan
Guna mengatasi problem menahun tersebut, Dinas PUPR memutuskan untuk membongkar total struktur aspal di sepanjang Jalan Hasanudin dan menggantinya dengan konstruksi perkerasan beton semen (rigid pavement). Metode pengecoran setebal jalan tol ini dipilih sebagai solusi jangka panjang agar jalan tidak mudah bergelombang sekaligus menekan tingginya biaya pemeliharaan rutin daerah.
Mengingat kompleksitas pengerjaan fisik beton yang membutuhkan penutupan jalur total, pemerintah kota telah mematangkan koordinasi intensif bersama Satlantas Polres Batu dan Dinas Perhubungan. Skema rekayasa arus lalu lintas terpadu kini tengah digodok secara matang dan akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat luas beberapa hari sebelum proyek dimulai.
“Begitu kami sudah akan melakukan pengerjaan rigid beton, pasti kami akan informasikan skema pengalihan arus lalu lintasnya ke seluruh media yang ada agar warga bisa mengantisipasi jalur alternatif,” pungkas Esty.
