BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi dan Muhammadiyah Bangun Kolaborasi Perlindungan Pekerja Berkelanjutan
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
26 - May - 2026, 02:50
JATIMTIMES — BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah memperkuat perlindungan sosial ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan PKS antara Ketua PDM Banyuwangi Dr. Mukhlis, M.Si dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi Ocky Olivia. Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antar lembaga dalam menghadirkan program perlindungan pekerja yang lebih luas, baik bagi pekerja penerima upah (PU) maupun bukan penerima upah (BPU).
Baca Juga : Tata Cara Salat Idul Adha Lengkap dengan Niat dan Bacaan Takbir
Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam membangun sistem perlindungan sosial yang inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk pekerja informal yang selama ini rentan terhadap risiko sosial dan ekonomi.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Ocky Olivia, mengatakan kolaborasi bersama Muhammadiyah menjadi langkah penting dalam memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam mendukung program perlindungan sosial yang dijalankan negara.
“Kerja sama ini merupakan langkah besar dan revolusioner. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara ulama dan umara dalam mewujudkan kesejahteraan umat,” kata Ocky.
Ia menegaskan bahwa perlindungan ketenagakerjaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Kesejahteraan masyarakat tidak akan pernah lepas dari kolaborasi antara ulama dan umara. Negara harus hadir dalam setiap kesempatan, termasuk dalam menghadapi risiko sosial,” ujarnya.
Melalui sinergi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi berharap semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, mulai dari jaminan kecelakaan kerja hingga jaminan kematian.
Baca Juga : Gandeng DKPP, BRIDA Surabaya Kembangkan Sistem Silvofishery di Kawasan Pesisir
Selain memperkuat perlindungan pekerja formal, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperluas kepesertaan pekerja informal yang selama ini menjadi salah satu fokus perluasan cakupan program BPJS Ketenagakerjaan.
Ocky menambahkan, kerja sama dengan Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi jembatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Ini menjadi langkah mulia untuk membangun sinergitas yang membawa kemaslahatan bagi umat. Melalui kerja sama ini, semakin banyak masyarakat yang akan merasakan kehadiran negara,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammadiyah Banyuwangi menyambut positif kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya.
Kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah Banyuwangi ini diharapkan menjadi model sinergi berkelanjutan antara lembaga negara dan organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pembangunan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.
