SPPG di Jombang Berhenti Operasi Gegara Dana BGN Belum Cair

Reporter

Adi Rosul

Editor

Dede Nana

09 - Jun - 2026, 03:31

SPPG Tambakrejo 7 Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)

JATIMTIMES - SPPG Tambakrejo 7 terpaksa menghentikan distribusi makanan bergizi gratis (MBG) ke sejumlah sekolah dua hari ini. Hal ini disebabkan karena dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum ditransfer ke rekening pihak SPPG.

Berhentinya distribusi MBG salah satunya dirasakan 871 siswa dan guru di SMPN 4 Jombang. Sudah sejak Senin (08/06/2026) SPPG 7 Tambakrejo tidak lagi mengirim menu MBG ke sekolah tersebut.

Baca Juga : Diana Sasa Cek Tambang Sayutan, Desak Pemprov Segera Lakukan Evaluasi Total

"MBG mulai berhenti distribusi sudah sejak tanggal 8 kemarin. Katanya dana dari pusat belum dicairkan, sehingga dihentikan sementara," kata guru SMPN 4 Jombang Ita Rahayu saat ditemui wartawan di lokasi, Selasa (9/6/2026).

Tidak adanya MBG memaksa seluruh siswa SMPN 4 Jombang membawa bekal dari rumah. Sekolah juga menyiapkan makanan gratis untuk siswa kurang mampu melalui program kantin barokah yang sudah lama bergulir.

"Kalau dampak dari siswa tidak ada dampak. Karena sebelum ada MBG, mereka juga sudah sering bawa bekal. Tidak ada MBG ini mereka kembali membawa bekal," ucapnya.

Kepala SPPG Tambakrejo 7 Ahmad Rifqi Rosadi membenarkan dua hari ini pihaknya menghentikan operasional dapur MBG. Ia tidak lagi bisa melayani 1.725 porsi menu MBG untuk 9 sekolah dan 2 posyandu di Kecamatan Jombang.

"Karena dari pusat belum ada pencairan dana operasional. Jadi kita masih menunggu pencairan dana operasional agar kita bisa operasional kembali," terangnya.

Rifqi menyampaikan, dana operasional yang dikeluarkan SPPG Tambakrejo 7 mencapai Rp 25,8 juta setiap harinya. Meliputi insentif mitra senilai Rp 6 juta, bahan baku Rp 15 juta, dan honor 43 relawan senilai Rp 4,8 juta. Dana tersebut dibayarkan secara kumulatif dalam satu periode yaitu 2 minggu sekali.

Baca Juga : Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Polresta Malang Kota Imbau Warga Tetap Tertib Berlalu Lintas

"Agar beroperasi kembali itu, untuk satu periodenya kita hitung sekitar Rp 300 juta," ungkapnya.

Saat ini Rifqi hanya bisa berharap agar pihak yayasan dan Korwil BGN Kabupaten Jombang bisa berkoordinasi dengan pihak BGN agar segera melakukan pencairan.

"Harapannya agar bisa lebih cepat pencairannya, supaya bisa beroperasi kembali dan relawan bisa kembali kerja," pungkasnya.