Wisuda Periode 79 Unisma: Mutu Akademik dan Jejaring Global Menguat, Kelulusan Tepat Waktu Meningkat

26 - Jun - 2026, 02:47

Wakil Rektor I Unisma, Dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D. (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Tingkat kelulusan tepat waktu menjadi salah satu capaian yang menonjol dalam Wisuda Periode ke-79 Universitas Islam Malang (Unisma). Dari total 811 calon wisudawan yang akan mengikuti prosesi wisuda pada 27-28 Juni 2026, sekitar 50 persen lulusan program sarjana berhasil menyelesaikan studi sesuai masa studi ideal. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa kualitas proses akademik dan pembinaan mahasiswa di Unisma terus menunjukkan tren positif.

Sebanyak 811 lulusan yang diwisuda terdiri atas 60 sarjana Fakultas Agama Islam, 55 sarjana Fakultas Hukum, 60 sarjana Fakultas Pertanian, 22 sarjana Fakultas Peternakan, 59 sarjana Fakultas Teknik, 14 sarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 79 sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 206 sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 49 sarjana Fakultas Ilmu Administrasi, 40 lulusan Program Sarjana Fakultas Kedokteran, 48 lulusan Program Profesi Fakultas Kedokteran, 111 lulusan Program Magister, serta 8 lulusan Program Doktor.

Baca Juga : Praktisi Media Ingatkan Redaksi Bahaya Halusinasi AI: Fakta Berita Tetap Butuh Disiplin Verifikasi

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa Unisma tidak hanya menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, tetapi juga menjaga efektivitas proses pendidikan sehingga sebagian besar mahasiswa mampu menyelesaikan studi sesuai target akademik.

Wakil Rektor I Unisma, Dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., mengatakan tingkat kelulusan tepat waktu hampir mencapai separuh dari total lulusan program sarjana. Menurutnya, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa sistem akademik di Unisma berjalan efektif dalam mengantarkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

"50 persen mahasiswa program sarjana lulus tepat waktu. Artinya mereka dapat menyelesaikan studi lebih cepat semeter tujuh dan ada yang semester delapan semester sesuai target akademik," ujarnya, Jumat, (26/6/2026).

Menurut Erna, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tepat waktu bukan semata-mata soal durasi kuliah, melainkan menjadi bekal awal bagi lulusan untuk memasuki dunia profesional dengan kesiapan yang lebih baik. Tantangan setelah wisuda, kata dia, justru semakin besar karena setiap lulusan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.

"Kami berharap seluruh calon wisudawan yang akan diwisuda mampu menapaki tahapan baru dalam karier mereka dengan mengemban tanggung jawab sesuai gelar yang telah diperoleh. Pendidikan tinggi memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan, tetapi yang lebih utama adalah membentuk karakter. Karena itu, pengembangan diri harus terus dilakukan melalui berbagai program pembelajaran sepanjang hayat," katanya.

Ia menegaskan, pembentukan karakter menjadi pembeda utama lulusan Unisma. Sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Unisma memberikan penguatan pendidikan agama melalui enam mata kuliah keagamaan yang ditempuh mahasiswa selama masa studi. Penguatan tersebut juga didukung budaya akademik yang menanamkan nilai religius melalui salat berjamaah, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas kemahasiswaan.

"Karakter Islam dan Aswaja menjadi kekuatan lulusan Unisma. Kami juga mendapatkan umpan balik dari para pengguna lulusan bahwa aspek sikap, etika, dan dasar keislaman yang dimiliki lulusan menjadi nilai tambah sehingga mereka dipercaya di berbagai instansi maupun dunia kerja," tuturnya.

Selain penguatan karakter, Unisma terus memperluas jejaring dengan perguruan tinggi, lembaga pemerintah, serta dunia usaha dan dunia industri. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperbesar peluang lulusan memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pengembangan diri.

Penguatan kualitas lulusan juga dilakukan melalui pengembangan ekosistem kewirausahaan. Dalam Rencana Strategis 2023-2027, Unisma menetapkan arah pengembangan sebagai Entrepreneurial University. Berbagai program dijalankan, mulai dari inkubasi startup mahasiswa, pelatihan bisnis, pengelolaan keuangan, hingga pendampingan kewirausahaan yang melibatkan berbagai unit di lingkungan kampus.

Erna menjelaskan, pengembangan kewirausahaan tersebut kini diperluas melalui kerja sama internasional. Salah satunya adalah kolaborasi dengan SBDI, lembaga nonpemerintah yang memperoleh dukungan pendanaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mengembangkan proyek ketahanan pangan berbasis tanaman singkong atau cassava.

Melalui proyek tersebut, Unisma dipercaya menjadi lokasi percontohan pengembangan teknologi budidaya singkong menggunakan biofertilizer organik. Penelitian tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas tanaman, tetapi juga menghasilkan berbagai produk olahan seperti beras cassava hingga pangan olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Baca Juga : Viral 8.000 WNI Lepas Kewarganegaraan RI, Warganet Ramai Bilang Selamat

Ke depan, hasil riset tersebut akan diterapkan bersama sejumlah negara mitra, di antaranya Nigeria, Sierra Leone, serta beberapa negara lain di Afrika dan Eropa yang menghadapi tantangan ketahanan pangan. Program itu juga akan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan berbasis riset.

Di bidang internasionalisasi, Unisma juga terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mulai mendapat pengakuan global. Tahun ini, Unisma dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Kelembagaan sebagai salah satu dari 47 perguruan tinggi di Indonesia penerima mahasiswa internasional melalui program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

Melalui program tersebut, tiga mahasiswa asal Pakistan, Suriname, dan Madagaskar akan memulai studi di Unisma pada tahun akademik mendatang. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperkuat atmosfer akademik bertaraf internasional.

"Ini menjadi salah satu wujud bahwa Unisma dipercaya untuk berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia negara-negara berkembang sekaligus menjadi bagian dari langkah kami menuju World Class University," kata Erna.

Pada wisuda periode ini, Unisma juga meluluskan lima mahasiswa asing yang berasal dari Timor Leste dan Libya. Mereka menyelesaikan pendidikan pada program studi Agroteknologi, Akuntansi, Manajemen, dan Hukum.

Capaian internasional lainnya juga ditunjukkan melalui program joint degree dan double degree bersama St. John University, Taipei, Taiwan. Sebanyak 11 mahasiswa Unisma telah menyelesaikan studi melalui skema 2+2 dan 3+1. Setelah diwisuda pada awal Juni 2026, mereka akan melanjutkan program magang selama sekitar dua tahun di perusahaan mitra di Taiwan dengan memperoleh penghasilan setara tenaga kerja lulusan sarjana di negara tersebut.

Menurut Erna, berbagai langkah internasionalisasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Unisma dalam meningkatkan daya saing lulusan. Upaya itu berjalan seiring dengan capaian kampus yang telah masuk dalam kelompok peringkat 1000-1500 dunia versi Times Higher Education Sustainability Impact Ratings.

Dengan hampir separuh mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu, diperkuat karakter keislaman, pengembangan kewirausahaan, serta semakin luasnya jejaring internasional, Wisuda Periode ke-79 tidak hanya menjadi seremoni kelulusan bagi 811 lulusan. Momentum tersebut sekaligus mencerminkan arah transformasi Unisma dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik, karakter kuat, serta mampu bersaing di tingkat global.