Kembalikan Wisata Murah Meriah, Pemkot Malang Siapkan Revitalisasi Tarekot
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Nurlayla Ratri
14 - Jan - 2026, 12:23
JATIMTIMES - Tarekot atau Taman Rekreasi Kota Malang yang berada di belakang Balai Kota Malang kembali masuk agenda penataan atau revitalisasi. Destinasi wisata publik yang sempat populer sebagai wisata rakyat murah meriah dengan kolam renang dan area bermain anak ini akan direvitalisasi untuk dikembangkan menjadi ikon wisata baru Kota Malang di kawasan pusat kota.
Kawasan Tarekot selama ini terkesan “mati suri” bakal segera bangkit. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan konsep penataan ulang kawasan tersebut agar kembali hidup dan menjadi magnet wisata baru di jantung kota.
Baca Juga : Rumah Kompos Tekan Timbulan Sampah, DLH Surabaya Hemat Rp 6,73 Miliar Per Tahun
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyebut Tarekot memiliki potensi besar lantaran berada di lokasi strategis dan membentang di sepanjang aliran Sungai Brantas. Sayangnya, potensi itu belum tergarap maksimal dalam beberapa tahun terakhir.
“Tarekot di belakang Balai Kota itu sudah lama tidak dimanfaatkan. Padahal ini bisa menjadi salah satu solusi bagi orang-orang yang datang menikmati Kota Malang,” ujar Wahyu.
Tak sekadar ditata ulang, Tarekot nantinya akan disambungkan dengan kawasan wisata lain di pusat kota, seperti Kayutangan Heritage, Splendid, hingga Alun-Alun Kota Malang. Konsep integrasi kawasan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman wisata terpadu bagi wisatawan.
Lebih dari itu, kawasan Tarekot juga diproyeksikan menjadi solusi penataan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir yang selama ini menjadi persoalan klasik di pusat kota.
“Bisa ditempatkan di Splendid atau di Tarekot. Ini menjadi satu kesatuan karena lokasinya berdekatan,” jelas Wahyu.
Baca Juga : Revitalisasi TPS 2026, DLH Kota Malang Bakal Gencar Cari CSR
Tak berhenti di situ, Pemkot Malang juga berencana mengoptimalkan amphitheatre Dewan Kesenian Malang (DKM) sebagai ruang pertunjukan seni dan budaya. Wahyu bahkan meminta DKM menyusun kalender pertunjukan budaya sepanjang tahun yang nantinya akan dikemas dalam bentuk paket wisata.
“Jadi wisatawan tidak hanya menikmati heritage, tapi juga budayanya. Ini yang nanti akan kita tawarkan ke hotel-hotel sebagai paket wisata,” pungkasnya.
Dengan konsep tersebut, Tarekot tak lagi sekadar taman kota, melainkan diharapkan menjadi ruang publik hidup, pusat seni, sekaligus destinasi wisata baru yang menguatkan wajah Malang sebagai kota heritage dan budaya.
