Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

SD di Banyuwangi Hidupkan dan Lestarikan Seni Tari Gandrung Marsan

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Yunan Helmy

13 - Mar - 2020, 01:08

Placeholder
Penampilan tim seni Gandrung Marsan SD Negeri 1 Mojopanggung dalam pembukaan KOSN di GOR Tawangalun Banyuwangi. (Nurhadi Banyuwangi TIMES)

Banyuwangi dikenal memiliki talenta luar biasa dalam berbagai bidang. Termasuk dalam seni budaya yang terus tumbuh dan berkembang di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Dalam upaya memelihara dan melestarikan seni budaya yang ada di Banyuwangi, Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, membina seni Tari Gandrung Marsan.

Menurut Kasek SD Negeri 1 Mojopanggung Hariana yang akrab disapa Bu Ana, umumnya Tari Gandrung  dibawakan penari perempuan. 

Untuk Tari Gandrung Marsan, mungkin baru SD Negeri 1 Mojopanggung yang bisa menampilkan seperti dalam acara pembukaan KOSN di GOR Tawangalun beberapa waktu lalu.

 Ana mengatakan, ternyata penampilan tim Tari Gandrung Marsan yang dilatih Ade Dewi Ekawati dan dibawakan lima penari (Mirza Rizqi Nugroho, Rafa Pandya Al Fath, Bisma Ananta Satriya Pratamas, Muh. Ridlo Fadil Banan dan Heris Eka Pratama) itu memikat dan mendapatkan apresiasi dari plt kadis pendidikan Banyuwangi, Satkorwildik Kecamatan Giri, maupun para penonton yang menyaksikan acara tersebut.

Mengutip dari berbagai sumber, seni Tari Gandrung Marsan dalam catatan perjalanan sejarah bangsa Indonesia pernah menjadi salah satu alat perjuangan masyarakat Banyuwangi dalam mengusir penjajah di Bumi Blambangan. Tari itu juga memiliki filosofi yang cukup dalam.

Dalam penampilan mereka, lima penari pria memasuki gelanggang. Satu di antaranya maju ke sudut depan panggung yang luas. Duduk bersimpuh, pria ini seperti melakukan permohonan izin untuk mengenakan mahkota yang ada di depannya. 

Tak lama, setelah permohonan izin dilakukan, mahkota pun dikenakan. Dia lalu membaur bersama empat orang penari lainnya.

Pertunjukan pun dimulai. Itulah Tari Gandrung Marsan. Tari yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi.

Menurut sejarahnya, tari ini berasal dari kesenian yang berkembang pada 1890. Saat itu, ada sebuah kesenian yang dibawakan sekelompok pria berusia 7 sampai 14 tahun. Kesenian ini diiringi alat musik gendang dan rebana. Mereka mengadakan pertunjukan dari satu kampung ke kampung lain.

Salah seorang penari yang terus melakoni kesenian tersebut hingga usianya mencapai 40 tahun adalah Marsan. Sosok Marsan begitu dikagumi. Sebagai penari, dia dikenal sangat piawai memerankan sebagai perempuan. 

Tidak hanya itu. Kekaguman masyarakat kepada Marsan pun terbangun karena pesan moral yang disampaikan dalam setiap tari yang dibawakan.

Saat itu, sering terjadi persaingan di antara para penari. Hingga, tidak jarang terjadi perkelahian di dalam pertunjukan.  Melalui tari yang dibawakannya, Marsan coba menyampaikan pesan damai kepada masyarakat.

Sementara, “gandrung” diambil karena kesenian yang dibawakan keliling dari kampung ke kampung ini sangat digemari dan digandrungi oleh masyarakat. Dalam perkembangannya, kesenian gandrung bukan sekadar sebuah hiburan. Dalam setiap pertunjukannya, diselipkan pesan propaganda untuk melawan penjajah. Hasil yang didapat dari pertunjukan pun digunakan untuk membantu para pejuang.

Dalam Tari Gandrung Marsan, diangkat kembali sosok Marsan sebagai orang yang memiliki jasa besar dalam perkembangan tari ini. Dan karena Marsan merupakan penari yang piawai memerankan perempuan, gerak dalam tari ini pun terlihat anggun, gemulai, serta centil. 

Tapi, di tengah tarian, para penari memasang kumis di wajah mereka. Gerak yang dibawakan pun berubah, menjadi sosok yang lebih tegas dan gagah.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya banyuwangi berita-banyuwangi SD-di-Banyuwangi-Hidupkan Lestarikan-Seni-Tari-Gandrung-Marsan Banyuwangi-dikenal-memiliki-talenta-luar GOR-Tawangalun Banyuwangi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy