Slamet Pramono (istimewa)
Slamet Pramono (istimewa)

Singo Edan berduka karena asisten pelatih pertama klub tersebut, Slamet Pramono tutup usia. Pria yang pernah menjabat saat era Galatama tersebut meninggal dunia Sabtu (3/7/2020) malam di usia 75 tahun.

Sabtu (3/7/2020) publik Malang harus dikagetkan dengan kabar kehilangan dua orang yang cukup berjasa. Yang pertama adalah KH Abdul Wachid Ghozali atau yang akrab disapa Gus Wachid Arema dan yang kedua adalah mantan asisten pelatih Singo Edan di era Galatama Slamet Pramono.

Baca Juga : Porprov Diundur, Pekan Olahraga Kota Batu Ikutan Mundur Tahun Depan

"Kami mendapatkan informasi kalau beliau meninggal dunia pada Sabtu malam pukul 19.30 WIB," ucap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Menurut Sudarmaji, Slamet Pramono merupakan asisten pelatih Arema pertama dan bertahan selama empat musim pertama Singo Edan di era Galatama. Dan seperti diketahui, pada era tersebut Singo Edan pernah menorehkan tinta emas pada persepakbolaan nasional.

"Kami sangat berduka atas meninggalnya beliau, apalagi beliau meninggalkan catatan penting bagi Arema di era Galatama," sambung Sudarmaji.

Sementara itu, mantan manajer Arema di era Galatama sekaligus tokoh pendiri tim Singo Edan, Ovan Tobing memiliki kenangan tersendiri terhadap sosok almarhum Slamet Pramono. Sebagai asisten pelatih pertama, kala itu Slamet Pramono juga menjadi peletak dasar karakter keras Arema.

"Sebagai asisten pelatih Arema, karakter berani dan kerasnya tetap ada, tertularkan ke pemain-pemain di era Galatama," ungkap Ovan Tobing.

Tak hanya ingat saat menjadi asisten pelatih, selama menjadi pemain pun Ovan Tobing juga tahu persis jika Slamet Pramono merupakan pemain yang memiliki ciri khas kemampuan eksekusi bola mati yang sangat akurat.

Baca Juga : Sambut Liga 1, Arema FC Siapkan Venue Pertandingan

"Sebagai pemain (Slamet Pramono) memiliki tipikal pemain berani. Sebagai gelandang, umpannya terukur, enak buat kawan-kawannya. Eksekusi bola mati, amat akurat," ungkapnya.

Karena kemampuannya tersebut, kharisma Slamet Pramono di atas lapangan membuatnya disegani baik kawan maupun lawannya. "Dia selama menjadi pemain disegani kawan dan lawan," pungkas Ovan Tobing.

Sebagai informasi, selama berkarir sebagai pemain, posisi Slamet Pramono adalah seorang gelandang serang. Almarhum bahkan sempat membela Timnas Indonesia di kisaran tahun 1965-1976. Di level klub, tak hanya Arema, Persema Malang dan Persebaya Surabaya juga pernah dibelanya.