Kalung Antivirus Corona (Sumber foto: Detik.com)
Kalung Antivirus Corona (Sumber foto: Detik.com)

Publik dihebohkan dengan munculnya produk kalung antivirus Corona atau Covid-19 dari Kementerian Pertanian (Kementan).  

Kabarnya, kalung antivirus tersebut akan diproduksi massal mulai bulan depan dan Kementan mengklaim jika kalung tersebut bisa membunuh virus asal Wuhan, China itu.  

Baca Juga : PP Muhammadiyah Soal RUU HIP: Pancasila Sudah Final Tak Perlu Diperdebatkan Lagi!

Kendati demikian, banyak masyarakat yang meragukan kegunaan dari kalung tersebut. Sehingga muncul tagar #KalungAntiBego hingga menjadi trending di Twitter sejak tadi malam hingga pagi ini Minggu (5/7/2020).  

Dalam cuitan tersebut, banyak warganet yang menganggap kalung tersebut tak ubahnya sebagai jimat.  

"Penemuan apa lagi ini saudara-saudara setanah air? Benar jadi kayak jimat #KalungAntiBego," ujar akun @fileman2011.  

"Bapak ini (Mentan) tau aja orang Indonesia lebih percaya jimat ketimbang obat #KalungAntiBego" cuit akun @bayupangestu29_.

"Bentar lagi WHO (organisasi kesehatan dunia) buat status ngakak lihat Indonesia memproduksi #KalungAntiBego," tulis akun @muh_ikhwan90.

Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan jika kalung itu merupakan racikan dari ramuan antivirus dengan menggunakan bahan baku dalam negeri.  

"Antivirus ini hasil Balitbangtan, eucalyptus, pohon kayu putih, dari 700 jenis, satu yang bisa mematikan Corona hasil kita," ujar Syahrul.  

Syahrul juga mengatakan pihaknya yakin dengan hasil lab tersebut dan bulan depan sudah mulai dicetak.

Di sisi lain, Syahrul juga mengatakan jika kalung antivirus Covid-19 ini bukanlah obat oral atau pun vaksin.  

Baca Juga : Suka Duka Menjaga Pintu Masuk Wilayah Utara Banyuwangi

"Kita sudah lakukan uji efektivitas secara laboratorium dan ilmiah kami bisa buktikan," paparnya.  

Ia pun juga menyatakan jika kalung ini merupakan salah satu upaya Kementan membantu untuk menanggulangi Covid-19.  

Mengetahui hal ini, Komisi IV DPR RI disebutkan telah mengkritik rencana Kementan ini.  

Mereka meminta agar Kementan fokus bagaimana produksi pertanian tetap melimpah di masa pandemi ini.  

"Kalau pun dari litbang hubungannya dengan eucalyptus saya kira nggak ada masalah, tapi sebaiknya di internal dulu gitu loh," ujar anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin.  

Andi juga mengatakan jika kalung tersebut memang ingin diproduksi massal tentu akan menimbulkan pertanyaan dari semua pihak.  

Selain itu, Andi juga mempertanyakan anggaran untuk rencana produksi kalung tersebut yang dinilainya juga akan menjadi pertanyaan dari berbagai pihak.