Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)

Banyak orang enggan untuk melanjutkan studi pascasarjana karena banyak hal. Beberapa di antaranya adalah dirasa bakal lama, sulit, dan mahal. 

Namun, hal ini akan berbeda jika studi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang). Sebab, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg mempunyai formula studi pascasarjana yang ciamik. Yakni enjoy, cepat pintar, cepat selesai, dan tidak mahal.

Baca Juga : Simulasi Pembelajaran Tatap Muka SMK/SMA Banyuwangi Dihentikan

Hal ini disampaikan oleh Prof Haris dalam Orientasi Program Studi Mahasiswa Baru Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Semester Ganjil 2020-2021, Rabu (2/9/2020).

"Kenapa tidak bagaimana studi itu enjoy, cepat pintar, cepat selesai. Saya tidak ingin bahwa studi itu sudah sulit, enggak pintar-pintar, lulusnya lama. Bahkan sekarang nambah lagi bayarnya tidak terlalu mahal," ucapnya.

Prof Haris mengungkapkan dirinya sudah berkali-kali menolak pengajuan kenaikan SPP untuk pascasarjana. Maka tak heran jika bisa dibilang bahwa biaya kuliah pascasarjana di UIN Malang termasuk sangat murah. 

Jika di tempat lain untuk program doktor masih sekitar Rp 12 juta-Rp 13 juta per semesternya, di UIN Malang hanya Rp7.500.000. Sementara untuk program magister hanya sekitar Rp 5 juta saja.

Baca Juga : Prioritaskan Keselamatan, Rektor UIN Malang Lakukan Sterilisasi Kampus

"Saya ingin memberikan akses kepada masyarakat sebanyak-banyaknya agar ketika kuliah di UIN Maulana Malik Ibrahim yang sangat berkualitas itu terjangkau oleh masyarakat," timpal pria yang gemar menulis puisi tersebut.

Ia juga ingin agar rasio mahasiswa pascasarjana dan sarjana tercapai menjadi 60:40. Dirinya juga menginginkan dan mewanti-wanti kepada Direktur Pascasarjana agar jangan sampai ada mahasiswa yang gagal studi.