Sosialisasi diikuti Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Camat Se-Kabupaten Ngawi.
Sosialisasi diikuti Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Camat Se-Kabupaten Ngawi.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ngawi melaksanakan sosialisasi netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Ngawi Tahun 2020, Senin hingga Selasa (14-15/9/2020). Sosialisasi dilaksanakan untuk mendorong abdi negara di lingkungan pemerintah bersikap netral.

Terlebih tantangan netralitas ASN dalam Pilkada makin berat saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Karena disinyalir banyak bantuan Covid-19 dikondisikan untuk kepentingan politik.  Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur (Jatim) Mohammad Amin.

Baca Juga : Bupati Trenggalek Tutup Check Point Covid-19, Ganti Fokus Pemulihan Ekonomi

Menurutnya, netralitas ASN termasuk indeks kerawanan dalam Pilkada, selain adanya money politik dan keakuratan data pemilih. Untuk itu pihaknya meminta kepada ASN untuk lebih bersikap bijak dalam  Pilkada. 

"Tujuan sosialisasi ini untuk mendorong para ASN bersikap netral dalam Pilkada 2020" ucapnya di aula pertemuan Notosuman Ngawi, Selasa (15/9/2020).

Lebih lanjut Mohammad Amin, menyampaikan harapannya kepada para ASN yang memiliki birokrasi dan kewenangan untuk tidak memanfaatkan kepentingan bagi pasangan calon. Kendati Pilkada Kabupaten Ngawi sendiri hanya ada calon tunggal.

"Netralitas ASN tetap kita butuhkan agar Pilkada berjalan demokratis dan berintegritas" tegasnya.

Baca Juga : Bupati Trenggalek Tutup Check Point Covid-19, Ganti Fokus Pemulihan EKonomi

Sebagai informasi, sosialisasi terkait netralitas ASN dalam pilkada diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Camat se-Kabupaten Ngawi.