Proses evakuasi bus naas PO Sugeng Rahayu trayek Porwokerto - Surabaya yang mengalami kecelakaan di hutan jati Banjarejo membutuhkan waktu lama.
Terlebih dalam proses evakuasi petugas harus menunggu dua mobil derek lebih besar dari wilayah Saradan Kabupaten Madiun. Karena mobil derek yang sebelumnya ada tidak mampu menarik body bus yang nyungsep ke dalam hutan.
Baca Juga : Lempar Jala Ikan di Bendungan Sutami, 2 Remaja Tewas Tenggelam
Kendati demikian proses evakuasi body bus yang sudah ringsek bagian depannya ini tidak berjalan mulus, terkendala akar maupun pohon yang nyangkut. Tak mengherankan jika proses evakuasi petugas derek juga sempat menggunakan gergaji mesin guna memotong sejumlah pohon yang menghalangi.
"Evakuasi bus butuh tenaga ekstra karena terhalang pohon di hutan," ujar salah satu petugas derek.
Sekitar pukul 17.30 WIB Senin sore body bus berhasil dievakuasi ke tepi jalan. Selanjutnya dengan mobil derek bus di bawa menuju ke tempat barang bukti kendaraan kecelakaan di Pos Polisi Watualang.
Jalanya proses evakuasi sempat membuat macet arus lalu lintas di lokasi kejadian hingga sekitar satu kilometer dari dua arah.
Seperti diketahui diduga akibat sopir ngantuk, bus Cepat Sugeng Rahayu nopol W 7566 UN mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya Ngawi-Solo tepatnya di hutan Banjarejo Kecamatan Pitu, pada Senin dinihari (21/09/2020) sekitar pukul 03.30 WIB.
Baca Juga : Sempat Heboh Dikabarkan Hilang, Penjual Es Degan Asal Tulungagung Ternyata Pergi ke Blitar
Bus nahas yang dikemudikan Purwanto Edi Wibowo, warga Dusun Putuk Barat RT 01/05 Purwodadi Kabupaten Pasuruan tersebut keluar dari bahu jalan dan menghantam pohon jati hingga patah.
Selain sopir bus, dalam kejadian kecelakaan ini juga menyebabkan tiga orang penumpang juga alami luka serius. Para korban kini sudah menjalani perawatan di RS Islam At-Tin.
