UU Omnibus Law Mulai Berdampak, Investor Asing Tarik Dana Besar-besaran | Pacitan TIMES

UU Omnibus Law Mulai Berdampak, Investor Asing Tarik Dana Besar-besaran

Nov 04, 2020 07:52
Ilustrasi IHSG (istimewa)
Ilustrasi IHSG (istimewa)

Setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menandatangi Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, investor asing menarik dana dari pasar IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Padahal sebelumnya, pemerintah Indonesia merancang undang-undang tersebut dengan tujuan untuk menarik investor asing agar lebih banyak datang ke Tanah Air.

Diketahui dari data RTI Bussiness pada pasar modal Selasa (3/11/2020) dibagi 2 sesi pukul 09.00-11.30 dan dilanjut 13.30-16.00. Pada awalnya, lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang antara lain Telkom (TLKM), Bank BNI (BBNI), Bank BRI (BBRI), Semen Gresik (SMGR) dan Bank Mandiri (BMRI) masuk dalam daftar lima teratas yang modalnya ditarik oleh investor asing.

Baca Juga : Agar Keuangan Tetap Stabil, Berikut 8 Tips Membeli Mobil Bekas

Namun pada sesi akhir, tepatnya menjelang pukul 16.00 ada investor asing yang membeli saham dari Bank Mandiri sehingga hilang dari daftar. Kini hanya empat saham milik BUMN yakni Telkom (TLKM), Bank BNI (BBNI), Bank BRI (BBRI) dan Semen Gresik (SMGR) yang sahamnya ditarik oleh investor asing.

Keempat BUMN itu masuk daftar empat teratas dari RTI Bussiness, dana dari investor asing tersebut ditarik kembali secara perlahan. Secara otomatis, BUMN akan kesulitan untuk mengembangkan bisnis dalam bentuk apapun.

Dilihat dari data RTI Bussiness, di bulan ini investor asing menarik dana kurang lebih 10.26 trilliun dari keseluruhan market termasuk pasar tunai dan negosiasi. 

Secara detail, Selasa (3-11-2020) investor asing menarik dana dari Telkom sebesar -196.9 miliar, Bank BNI sebesar -132.6 miliar, Bank BRI sebesar -85.5 miliar dan Semen Gresik sebesar -72.2 miliar. Sementara itu dalam hitungan bulan, investor asing menarik dana dari Telkom sebesar -2.0 triliun, Bank BNI sebesar -543.8 miliar, dan Semen Gresik sebesar -220.2 miliar.

Penarikan dana asing ini nampaknya menjadi kenyataan seperti yang telah ditulis oleh thediplomat.com 14 Oktober 2020 silam yang menyatakan dengan adanya Omnibus Law bakal berdampak pada penarikan dana asing dikarenakan terdapat pasal yang berpotensi melonggarkan deforestasi besar-besaran secara hutan Indonesia juga berperan sebagai paru-paru dunia.

Baca Juga : SPSI Minta Kenaikan Rp 600 Ribu, UMK Kota Batu 2021 Kemungkinan Tetap Rp 2,7 Juta

Apakah benar kebijakan Pemerintah Indonesia menerapkan UU Sapu Jagat ini bakal menarik investor ke Indonesia? Atau tren penarikan dana asing akan terus berlanjut?

Jika benar UU Cipta Kerja bisa menarik investor asing lebih banyak atau lebih besar, tentunya Indonesia bukan hanya menjadi negara berkembang, melainkan negara maju. Akan tetapi, jika trend penarikan dana asing terus berlanjut, bukan tidak mungkin masyarakat Indonesia yang sebelumnya telah memprotes kebijakan undang-undang baru itu akan kembali turun ke jalan karena sangat berdampak pada perekonomian.

Topik
RUU Cipta Kerja

Berita Lainnya