Cuitan Andi Peci di Twitter pribadinya (screenshot Twitter)
Cuitan Andi Peci di Twitter pribadinya (screenshot Twitter)

Rivalitas nampaknya hanya sekadar bumbu dalam sepak bola. Nyatanya, pentolan Bonek Mania Andi Peci, kini mengajak seluruh elemen suporter di Indonesia untuk bersatu. Untuk mendesak pemerintah mengizinkan kompetisi sepak bola bisa digelar kembali.

Pada akun Twitter pribadinya @AndiePeci, ia menuliskan sebuah Tweet berupa ajakan untuk suporter di Indonesia bisa bersatu untuk meminta izin kepada pemerintah agar kompetisi sepak bola dilanjutkan kembali.

Baca Juga : 4 Cara Sederhana Hidup Sehat ala Goweser Ini Cocok Meningkatkan Imun Tubuh di Masa Covid-19

"Sudah saatnya suporter sepak bola se-Indonesia bersatu. Desak pemerintah, untuk izinkan liga pertandingan sepak bola bisa segera digelar," cuit Andi Peci pada akun Twitter nya.

Cuitan dari Andi Peci tersebut dikomentari sejumlah pengikutnya. Beberapa diantaranya membandingkan dengan penyambutan Habib Rizieq yang kedatangannya di Indonesia disambut jutaan pengikutnya. Padahal, jelas-jelas pemerintah melarang kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

Komentar tersebut datang dari akun Twitter @KartikoWahyoe "Syaratnya official tim pakek gamis putih cak..!!!."

Adapula yang ikut komentar dengan menyenggol kasus yang sedang dialami oleh Nikita Mirzani. 

"Ayo wes, masak yang grumbul-grumbul (berkerumun) bahas 'lonte' saja diizinkan, dikasih masker, ditutup jalannya dan lain-lain. Masak yang liga top gak diizinkan," tulis @jekzaki.

Seperti diketahui, rivalitas antar suporter terbesar di Indonesia adalah antara Persebaya Surabaya dan Arema. Kemudian juga ada Persib Bandung dan Persija Jakarta. Keempat tim tersebut memiliki basis suporter besar di Indonesia yang kemudian diajak Andi Peci untuk bersatu demi dilanjutkannya kompetisi sepak bola nasional.

Tapi apakah hal itu bisa terjadi atau justru hanya menjadi angan-angan pecinta sepak bola di Tanah Air? 

Mengingat rivalitas keempat suporter besar di Indonesia ini hingga saat ini masih berlangsung, meski sudah banyak kampanye yang mengajak untuk mempersatukan suporter demi Timnas Indonesia.