Ternyata Buah Kurma Bisa Tumbuh dan Berbuah di Kediri | Pacitan TIMES

Ternyata Buah Kurma Bisa Tumbuh dan Berbuah di Kediri

Nov 16, 2020 16:54
Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu, Mustain Anshori menunjukan tanaman kutanya.(eko arif s/Jatimtimes)
Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu, Mustain Anshori menunjukan tanaman kutanya.(eko arif s/Jatimtimes)

Buah kurma memang identik dengan bulan Ramadan dan Lebaran. Buah asal Timur Tengah ini menjadi santapan favorit, baik ketika berbuka puasa maupun waktu sahur. Lain itu, bingkisan lebaran pun tak afdal rasanya jika tak menyertakan buah ini.

Meski Indonesia bukan termasuk negara penghasil kurma, tetapi nyatanya pohon kurma yang sulit tumbuh selain di kawasan panas ini, dapat tumbuh subur di Kediri, Jawa Timur.

Baca Juga : Diserbu Video dan Foto Hot Mirip Gisel, Admin Group Facebook di Tulungagung Kalang-kabut

Budidaya kurma di negara tropis ini tentunya memiliki tantangan tersendiri. Di antaranya terkait perbedaan iklim yang menjadi faktor utamanya. 

Namun, dengan segala uji coba dan eksperimen yang telah dilakukan, membuat buah yang habitat awalnya di negeri Jazirah Arab ini dapat tumbuh subur di daerah beriklim tropis seperti yang ada di daerah Kediri.

Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu, Desa Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri perlu rentang waktu hampir kurang lebih 5 tahun hingga akhirnya mampu mengembangkan buah kurma di bumi Kediri.

Dimulai sejak tahun 2016 yang lalu, dengan melakukan penanaman hampir kurang lebih 1.200 pohon, pada akhirnya di tahun 2020 ini mampu tumbuh dan berbuah.

"Alhamdulillah, hasil jerih payah yang kita lakukan hampir 5 tahunan ini tak sia-sia. Di mana, buah kurma mampu berbuah di sini. Rasanya pun sedikit berbeda dan lebih ke lidah Indonesia. Akan tetapi tidak mengurangi estetika rasa kurma pada aslinya," kata Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu, Mustain Anshori kepada JatimTIMES.

Dirinya menjelaskan, asal mula penelitian di ambil dari biji kurma pilihan yang didapat dari Timur Tengah (Makkah).

Disebutkannya, ada 14 jenis buah pohon kurma yang menjadi penelitiannya. Beberapa diantaranya seperti Kurma Ajjwa, Kurma Sukari, Kurma Dullah, Kurma Mesir, Kurma Batari, Kurma Madinah, Kurma Degled Nour, Kurma Ruzaed, Kurma Lhalas, Kurma Kalifornia, Kurma Mejeul, Kurma Lulu, Kurma Mabrom Madinah, dan Kurma Mabrom Art.

"Di antara beberapa macam jenis, kurma Degled Nour, mejeul dan Ajjwa mampu tumbuh lebih cepat di sini," terangnya.

Baca Juga : Abella Citra Prayudisetyo, Gadis Manis Asal Ngawi yang Gemar Kampanyekan Pertanian Organik

Hingga saat ini, ia mengembangkan di tiga wilayah kecamatan Kabupaten Kediri. Yakni Kecamatan Gurah, Plosoklaten, dan Wates.

Meski telah mampu membuat buah kurma tumbuh subur di Kediri, tapi Mustain masih mematangkan eksperimennya.

Dalam hal ini, ia memperkirakan pada tahun 2022 mendatang, akan siap untuk dikomersilkan atau dilakukan penjualan bibit ke masyarakat umum. Terutama setelah eksperimen dan pembukuannya dalam proses tanam hingga perawatan telah matang disusun.

"Kita matangkan dulu bagaimana tata cara proses tanam dari awal hingga buah. Hal ini penting, apabila ke depan output kita adalah komersil. Jadi pada saat kita memperjualbelikan bibit kurma ini kepada pembeli, jadi pembeli itu dapat kita berikan tata cara penanamannya hingga detail," terangnya.

Lebih lanjut, dikatakan oleh Mustain, jika dalam budidaya kurma tersebut, dirinya memang membutuhkan perawatan khusus. Di mana membuat bibit kurma yang dibelinya itu dapat tumbuh bandel (kuat).

"Selain harus memperhatikan kadar air, suhu kelembaban yang cukup, PH tanah dan pupuk organik. Sebenarnya ada cara khusus yang membuat pohon kurma ini dapat tumbuh kuat di iklim tropis. Yakni melewati eksperimen bibit kurma yang kita dapatkan itu kita taruh di mesin pendingin selama satu minggu. Setelah itu baru kita tanam. Dan hasilnya membuat tanaman kurma tersebut mampu tumbuh kuat walau diterpa hujan sekalipun," jelasnya.

Topik
Berita Kediri

Berita Lainnya