Syekh Ali Jaber (Foto: IDN Times)
Syekh Ali Jaber (Foto: IDN Times)

Perseteruan Nikita Mirzani dan Ustaz Maaher At-Thuwailibi semakin memanas hingga mengundang berbagai reaksi dari para tokoh ulama.  Apalagi, ibu tiga anak itu disebut sebagai lonte oleh Ustaz Maaher.  

Terkait sebutan itu, ulama kondang Syekh Ali Jaber pun iku angkat bicara.  Syekh Ali Jaber mengingatkan agar semua orang tidak mudah untuk menghakimi seseorang.  

Baca Juga : Saat Bintang Emon Jawab Sindiran Abu Janda soal Rizieq: Yang Berwenang Pemerintah, Bang

"Jangan menghakimi orang, jangan pandangi wanita yang belum berjilbab itu buruk," kata Syekh Ali Jaber dalam podcast Deddy Corbuzier. "Barangkali dia punya dua rakaat (salat, red) tahajud di sisi Allah, bisa menyebabkan terampuni semua dosanya," sambungnya.

Menurut Syekh Ali Jaber, semua orang tak tahu urusan manusia dengan Tuhannya.  "Masing-masing punya rahasia sama Allah. Punya sesuatu kebaikan sama Allah yang barangkali tidak ada manusia lain  tahu," ungkapnya. "Bisa jadi sebab kebaikan itu antara dia sama Allah bisa menyebabkan terampuni semua dosanya," lanjut Syekh Ali Jaber.

Sebelumnya, Ustaz Maaher mengungkapkan umpatan itu karena kesal terhadap Nikita yang dianggap menyebut Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai tukang obat.  Bahkan, ia mengancam akan mengepung rumah Nikita dengan 800 laskar FPI jika tidak meminta maaf.

Sebutan lonte itu pun kembali dilontarkan oleh Habib Rizieq saat mengisi acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam acara tersebut, Imam Besar FPi itu heran mengapa justru polisi menjaga rumah seorang yang sudah menghina habib. "Kacau-kacau, lonte hina habib dijaga polisi," ucap Rizieq kala itu.

Lebih lanjut, Rizieq mengatakan  lonte yang menghina habib dan ulama seharusnya ditangkap. "Polisi jawab, tapi ada ancaman habib, makanya lo tangkap," ujar Rizieq. "Ditangkep enggak dijagain cieeee," lanjutnya.

Baca Juga : Cucian Mobil Dekat Exit Tol Mapan Kembali Dipertanyakan, Sutiaji Janji Selesai Tahun Inii

 Bahkan, Rizieq menduga  oknum yang menjaga Nikita justru meminta jatah. "Jangan-jangan minta jatah kali," katanya.