Potret Desa Jomblang Magetan: Canangkan Jadi Desa Wisata Pisang Raja | Pacitan TIMES

Potret Desa Jomblang Magetan: Canangkan Jadi Desa Wisata Pisang Raja

Nov 28, 2020 19:53
Mardjijanto Kepala Desa Jomblang saat mendampingi warganya di Galeri Batik Murni Kota Madiun
Mardjijanto Kepala Desa Jomblang saat mendampingi warganya di Galeri Batik Murni Kota Madiun

Diketahui Presiden Joko Widodo telah membuat kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat desa. Dari tahun ke tahun alokasi untuk Dana Desa juga naik dan berimbas positif pada anggaran untuk desa yang tentunya juga bertambah.

Salah satu desa yang kini berdaya dan terbantu dengan Dana Desa adalah Desa Jomblang, sebuah desa di Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Baca Juga : Sensasi di Tengah Kampung Karangsari, Wisata di Tulungagung Ini Serasa di Negeri Singapura

Desa ini awalnya memang tidak terlalu terkenal, namun kini sering dibicarakan setelah mencanangkan menjadi desa wisata edukasi, serta mampu memberdayakan berbagai macam potensi setempat khususnya pisang raja.

Secara geografis, desa ini berjarak kurang lebih lima belas kilometer dari pusat Kabupaten Magetan, di utara kantor pemerintah daerah, berbatasan dengan Kecamatan Wedanan.

Mayoritas masyarakat bergerak pada sektor pertanian bahkan bisa dikata menjadi andalan desa. Otomatis padi serta tanaman palawija menjadi sumber penghasilan utama bagi warganya. Kemudahan akses air ikut mendorong warga untuk mengolah tanaman di sawah.

Namun, secara ekonomi pendapatan petani masih belum maksimal. Banyak lahan yang harusnya bisa mendapatkan pendapatan lebih tidak dikelola dengan baik. Pun demikian dengan berbagai sarana di tempat ini. Fasilitas umum seperti sungai juga tidak dirawat dengan baik, sehingga terlihat kotor.

Pekerjaan rumah yang cukup bejibun membuat Kepala Desa Mardjijanto di tempat ini harus memutar otak. Dilantik pada 2020, ia ingin agar di desa ini masyarakat lebih berdaya dan sejahtera secara ekonomi.

Ia sadar, pemerintah telah memberikan banyak anggaran untuk desa. Namun, tidak semua anggaran bisa dimanfaatkan untuk sektor yang ia ingin kembangkan. Sesuai dengan aturan, anggaran untuk desa baik dari dana desa maupun anggaran dana desa terdapat prioritas salah satunya infrastruktur.

Di awal kepemimpinannya, Mardjijanto mencoba menata manajemen di desanya. Pria yang punya seabrek ide ini memilih mengajak warga untuk menanam buah Pisang Raja.

"Perlu difahami kenapa kami memilih Pisang Raja sebagai ikon Desa Jomblang. Hal ini karena perawatan yang relatif mudah serta harga jual buahnya yang dinilai cukup bagus. Dalam rentang 1-2 tahun, pohon sudah bisa menghasilkan buah" jelasnya.

Kini dia sendiri memiliki seribu pohon pisang raja di kebunnya.

Pada musim pernikahan harga sepasang pisang beserta pohonnya bisa mencapai Rp.400 ribu dan pada hari hari biasa harga pertandan kisaran Rp 90 -120 ribu.

Baca Juga : Bupati Lumajang Launching Wisata Alam Kedung Guwo Pasrujambe

Hal inilah yang menggugah semangat warga desa untuk berbondong bondong mengikuti program desa.

Kini, pemerintah Desa Jomblang sendiri sudah menyiapkan lahan memanfaatkan lahan tanggul sungai dan sebagian tanah tak bertuan untuk budidaya Pisang Raja.

Sementara itu, Yekty Kristyaningsih selaku Sekretaris Desa menambahkan, bahwa desa wisata yang sudah di canangkan akan dikembangkan pada sektor lain.

"Seperti hari ini ada 15 warga Desa Jomblang yang kita kirim untuk mengikuti pelatihan batik ke Galeri Batik Murni di Madiun. Kita akan proyeksikan setelah mereka  terampil mandiri, maka batik yang utama akan mereka buat dan kembangkan adalah corak pisang Raja. Satu-satunya ikon yang kita pilih untuk Desa Jomblang ini" pungkasnya.

 

 

 

 

Topik
berita jombang

Berita Lainnya