Jadi Incaran Mahasiswa Dunia, UIN Maliki Malang Miliki 499 Mahasiswa Asing dari 39 Negara | Pacitan TIMES
UIN Maliki Malang Diminati Mahasiswa Dunia  1

Jadi Incaran Mahasiswa Dunia, UIN Maliki Malang Miliki 499 Mahasiswa Asing dari 39 Negara

Mar 18, 2021 16:32
Sebaran para mahasiswa asing yang berkuliah di UIN MALIKI Malang (Ist)
Sebaran para mahasiswa asing yang berkuliah di UIN MALIKI Malang (Ist)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang memang menjadi sebuah kampus favorit. Tak hanya diminati masyarakat lokal saja, tapi juga masyarakat dari berbagai penjuru dunia. Terbukti, UIN MALIKI Malang memiliki mahasiswa asing sebanyak 499 orang.

Bahkan, dengan jumlah mahasiswa asing yang berjumlah 499 orang itu, juga menobatkan UIN MALIKI Malang menjadi perguruan tinggi yang terbanyak memiliki mahasiswa asing di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya.

Baca Juga : Pekan Depan, Simulasi Sekolah Tatap Muka di Kota Malang Digelar

Ganjaran penghargaan dari Menteri Agama pun kemudian diraih oleh UIN MALIKI Malang sebagai PTKI dengan mahasiswa asing terbanyak.  UIN MALIKI Malang kemudian mendapatkan sebuah piagam penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang ditandatangani langsung oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas pada 30 Desember 2020.

Rektor UIN MALIKI Malang, Prof Abdul Haris, menjelaskan, jika mahasiswa asing UIN MALIKI Malang berjumlah 499 orang itu, memang berasal dari berbagai penjuru dunia.  Mereka berasal dari 39 negara dunia.

39 negara tersebut, diantaranya dari Sudan, Mesir, China, Yaman, Somalia, Cameron, Madagaskar, Singapura, Thailand, Kamboja, Philipina, Papua Nugini, Timor Leste, Brunei, Malaysia, Gambia, Ethiopia, Liberia, India, Pakistan Bangladesh, Irak, Palestina, Afghanistan, Rusia, Albania,Kenya, Liberia, Algeria, Syiria, Malawi, Italia, Slowakia dan beberapa negara lainnya.

"Dengan banyaknya mahasiswa asing ini, kita mengenalkan Indonesia, bahwa Indonesia itu damai, Indonesia itu rahmatan lil alamin, Indonesia sangat apresiasi dengan negara manapun," jelasnya.

Selain mengenalkan Indonesia, tentunya diakui Haris jika lembaga juga punya kepentingan untuk internasionalisasi UIN MALIKI Malang agar semakin tergaung di seluruh dunia, baik prestasi maupun kredibilitasnya dalam menelurkan lulusan berkualitas.

Dalam upaya itu, tak hanya penerimaan mahasiswa asing, namun, juga UIN MALIKI Malang juga mengirimkan dosen untuk mengajar di luar negeri, seperti halnya di Universitas Al-Azhar dan perguruan tinggi lain.

"Namun tujuan utamanya adalah mengenalkan Indonesia sebagai yang merupakan negara yang ramah dan negara yang mempunyai sikap toleransi tinggi akan perbedaan," bebernya.

Baca Juga : Kota Malang Kembali Izinkan Wisuda Mahasiswa Tatap Muka

 

Pihaknya juga tak menampik memberikan program beasiswa kepada para mahasiswa asing. Berkaca dari Universitas Al-Azhar, banyak mahasiswa disana diberikan beasiswa. Sehingga tentunya, UIN MALIKI Malang, terus berupaya untuk memfasilitasi para mahasiswa asing dengan beasiswa.

Seperti Al-Azhar, Haris menjelaskan, jika selain dari kampus beasiswa juga support dari masyarakatnya. Sehingga kesadaran bersama dalam pengembangan 9 pendidikan ini begitu penting untuk bisa sama-sama melangkah maju. Maka dari itu, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bangsa yang dermawan.

"Ada yang beasiswa, dan ada juga yang mandiri sendiri. Sebetulnya kita ingin memberikan beasiswa sebanyak mungkin seperti kampus lain. Tapi saat ini masih terus dimatangkan. Kita ingin tunjukkan juga bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang dermawan dan suka menolong," paparnya.

Ditambahkan Haris, jika jumlah mahasiswa tersebut masih akan bertambah lagi jumlah. Sebab, pada 2020 lalu, telah terdapat para mahasiswa asing yang mendaftar dan diterima. Ia menyebutkan jumlahnya kurang lebih sebanyak 200 sampai 250-an mahasiswa. "Namun saat ini mereka masing belum bisa kesini karena masih pandemi, sehingga jumlahnya bisa bertambah lagi," pungkasnya.

Topik
UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris Mahasiswa Asing

Berita Lainnya