Pemred Media di Sumut Tewas Ditembak, Dewan Pers Desak Polisi Tangani Serius | Pacitan TIMES

Pemred Media di Sumut Tewas Ditembak, Dewan Pers Desak Polisi Tangani Serius

Jun 20, 2021 12:12
Ilustrasi stop kekerasan kepada jurnalis.(portalsurabaya)
Ilustrasi stop kekerasan kepada jurnalis.(portalsurabaya)

MALANGTIMES - Mara Salem Harahap (42), pimpinan redaksi LasserNewsToday, media online di Simalungun, Sumatera Utara, ditemukan tak bernyawa di  mobil oada Sabtu (19/6/2021).. Dia diduga meninggal karena ditembak. Soalnya,  didapati bekas luka tembak (19/6/2021).  

Polda Sumut dan Polres Simalungun kini tengah melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas,Simalungun.  Tetapi masih belum ditemukan proyektil peluru yang ditembakkan pelaku ke tubuh korban.

Baca Juga : Industrialisasi Kelapa Sawit, Bupati Sanusi: Kajian Lingkungan Bukan Tanggungjawab Kita

"Polisi masih melakukan penyelidikan. Dirreskrim dan kasubdit jahtanras turun langsung ke TKP dan sampai saat ini masih bekerja," ujar Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.

Dewan Pers pun memberikan pernyataan resmi tentang meninggalnya pemimpin redaksi (pemred) LasserNewsToday iti melalui surat bernomor 02/P-DP/VI/2021 yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh pada 19 Juni 2021.

"Sebuah kabar duka kembali mewarnai kehidupan pers Indonesia. Pemimpin Redaksi LasserNewsToday Mara Salem Harahap meninggal dunia pada Sabtu 19 Juni 2021," katanya sesuai surat pernyataan resmi. 

2

Merujuk pada penyataan Kasat Reskrim Polres Simlungun AKP Rahmat Ariwibowo kepada pers, warga menemukan jasad Mara Salem Harahap di kendaraan prihadi tidak jauh dari kediamannya di Karang Anyer. 

"Dewan Pers menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mara Salem Harahap. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan batin dan LasserNewsToday dapat melanjutkan kiprah sebagai pers yang profesional dan menegakkan Kode Etik Jurnalistik," ungkap Nuh.

Mara Salem Harahap meninggal dunia dengan jejak kekerasan ditemukan dua luka tembak di tubuhnya. Kekerasan, apa lagi yang menghilangkan nyawa, jelas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Terlebih jika kekerasan itu dilakukan terkait dengan pekerjaan seseorang sebagai wartawan.

Baca Juga : Bermain Hujan-hujanan, Bocah 10 Tahun di Blitar Tewas Tertimpa Tembok

Dewan Pers mengutuk kekerasan dan pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap. Dewan Pers mendesak aparat kepolisian untuk segera menyelidiki kasus ini secara serius dan seksama. Pelaku dan motif pembunuhan harus diungkapkan. Rasa keadilan keluarga Mara Salem Harahap juga harus ditegakkan.

Oleh karena itu, Dewan Pers juga mengimbau agar segenap komunitas pers Sumatera Utara untuk memperhatikan masalah pembunuhan Mara Salem Harahap dan secara proporsional membantu aparat kepolisian dalam mencari bukti-bukti dan mengungkapkan fakta.

Topik
Penembakan wartawan di Sumut Wartawan meninggal ditembak Polda Sumut Polres Simalungun

Berita Lainnya