Kisah Pilu Warga Lawang Kabupaten Malang Hidup 2 Tahun Alami Kanker di Wajah | Pacitan TIMES

Kisah Pilu Warga Lawang Kabupaten Malang Hidup 2 Tahun Alami Kanker di Wajah

Jun 21, 2021 19:01
Direktur JatimTIMES Network, Lazuardi Firdaus (pakai kopiah) saat berbincang dengan Sugi yang terlihat malu (foto: Igoy/MalangTIMES)
Direktur JatimTIMES Network, Lazuardi Firdaus (pakai kopiah) saat berbincang dengan Sugi yang terlihat malu (foto: Igoy/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sore dengan cuaca mendung itu tak menyurutkan langkah tim JatimTIMES Network untuk menyerahkan bantuan kepada warga tak mampu dalam program Ngedum Ojir. Kali ini bantuan diberikan kepada Sugianto (34), warga Dusun Boro, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang menderita kanker selama 2 tahun lebih.

Tim Ngedum Ojir mendatangi rumah yang berukuran kurang lebih lebar 4 meter dan panjang 7 meter. Dengan rumah yang hanya berukuran segitu, Sugianto ditempatkan di ruang tamu dengan beralaskan kasur dan ditutup tirai.

Baca Juga : #HBDJokowi60 Trending, Ulang Tahun Presiden Jokowi di Tengah Desakan Lockdown

Sebelum tiba di rumah Sugianto tim Ngedum Ojir harus melewati gang kecil di dalam perkampungan padat penduduk. Dan kediamannya tepat berada di dekat sawah milik warga.

Sugi -sapaan akrab Sugianto- awalnya sempat periksa ke dokter untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Semula, dokter mengatakan penyakitnya itu adalah tumor. “Saya kira itu bisul, karena pecah. Lalu periksa, kata dokter tumor,” kata Sugi kepada Direktur JatimTIMES Network, Lazuardi Firdaus.

Firdaus pun penasaran dan menanyakan kenapa kanker yang berada di wajahnya tersebut tak kunjung menyusut. Karena pengakuan Sugi telah berobat ke dokter. “Sempat kemoterapi berat badan jadi turun drastis, ternyata jadi kanker stadium 3b sekarang, dan sudah berjalan 2 tahun lebih,” ungkap Sugi.

Dari beberapa pertanyaan itu, awalnya Sugi mau menunjukkan dirinya. Namun setelah itu ia merasa malu dan menutup diri dengan selimutnya. “Jangan (dilihat terus), malu,” kata Sugi yang kemudian membuat kru MalangTIMES tak memaksanya untuk menampakkan dirinya.

Selain di wajah, perut Sugi juga sedikit membesar. Hal itu yang membuatnya merasa kesakitan ketika malam hari. “Tiap hari terasa sakit, apalagi kalau malam,” ucap dia sembari menutup wajahnya.

Yang lebih menyentuh hati, ternyata orang tua Sugi merupakan orang yang tidak mampu. Pasalnya, ibunya hanya ibu rumah tangga sementara bapaknya bekerja sebagai tukang bangunan yang hanya mendapat penghasilan Rp 200 ribu seminggu.

Dengan penghasilan yang dalam logika hanya cukup untuk makan, sehingga membuat orang tua Sugi harus berfikir keras untuk biaya berobat. 

Baca Juga : BLT Subsidi Gaji 2021 Kembali Cair Juni-Juli, Cek Namamu di Sini

Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan, tim Ngedum Ojir bersama Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Gerai Malang yang diwakili Humas Ruwiyanto menyerahkan bantuan dari pembaca setia JatimTIMES.

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk kemudian bisa disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk “Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman”.

Topik
Berita Malang ngedum ojir program ngedum ojir jatim times ngedum ojir Lazuardi Firdaus Jatimtimes Network

Berita Lainnya