Penyakit Jamur Hitam Sudah Masuk Indonesia, Berikut Penyebab, Gejala hingga Cara Mengatasinya | Pacitan TIMES

Penyakit Jamur Hitam Sudah Masuk Indonesia, Berikut Penyebab, Gejala hingga Cara Mengatasinya

Jul 30, 2021 10:16
Ilustrasi (Foto: Daily Advent)
Ilustrasi (Foto: Daily Advent)

INDONESIATIMES - Selain Covid-19, masyarakat belakangan ini juga dihantui dengan munculnya penyakit jamur hitam. Bahkan, penyakit ini disebut telah masuk di Indonesia jauh sebelum pandemi Covid-19. 

Jamur hitam ini merupakan penyakit yang datang dari India yang terbilang mematikan. Jamur bernama ilmiah mucormycosis ini sudah membunuh 4.200 orang di India dan biasanya menyerang pasien setelah sembuh dari Covid-19.

Baca Juga : Skenario Pemerintah untuk Menekan Kasus Covid-19 Varian Delta Plus

Meski sudah masuk Indonesia dan kasusnya tidak banyak, namun angka kematian dari kasus ini terbilang tinggi. Jamur hitam ini termasuk penyakit yang cepat menyerang tubuh. 

Saat seseorang terkena penyakit itu, biasanya beberapa organ tubuhnya dihilangkan untuk menghentikan penyebaran bakteri ke otak. Dokter bedah menghilangkan mata, hidung, dan rahang pasien untuk mencegah penyebaran penyakit itu ke otak. 

Disampaikan Kompas Sains, 4 Juni 2021 lalu, bahwa jamur hitam atau mukormikosis ini merupakan infeksi jamur sistemik akibat golongan Mucormycetes seperti Rhizopus spp, Mucor spp, Rhizomucor spp, Cunninghamella berthollletiaie, Apophysomycess spp, dan Lichteimia.

Melansir melalui AFP, tingkat kematian akibat jamur mencapai di atas 50 persen. Penyakit jamur hitam muncul melalui kontak dengan spora atau elemen jamur dari lingkungan seperti tanah, bahan organik yang membusuk seperti daun, tumpukan kompos, dan kotoran hewan. 

Ketua Pokja Bidang Mikosis Paru Pusat Mikosis Paru FKUI/RS Persahabatan menyebutkan jamur hitam ini sudah masuk Indonesia dan beberapa kasusnya dilaporkan sudah muncul sebelum pandemi Covid-19. 

"Meskipun jumlahnya tidak banyak, tetapi angka kematian dan kesakitannya tinggi," kata Anna dalam konferensi pers bertajuk "Black Fungi pada Pasien Covid-19: Apa yang Perlu Kita Waspadai?" pada Kamis (3/6/2021) lalu. 

Ia juga menyebut bahwa penyakit ini terbilang langka.

Gejala Jamur Hitam 

Orang yang terkena jamur hitam memiliki gejala berbeda. Hal itu tergantung bagian tubuh yang terinfeksi. 

Berikut gejala umum jamur hitam: 

1. Mukormikosis rinoserebral 

Jamur hitam ini akan menginfeksi rongga sinus lalu menyebar hingga ke otak. Biasanya hal itu dialami oleh pasien diabetes yang tak terkontrol, atau pasien transplantasi ginjal.

Gejalanya sebagai berikut: 

- Wajah bengkak pada satu sisi 
- Sakit kepala 
- Hidung tersumat 
- Demam 
- Kelainan berwarna hitam (black eschar) pada hidung atau mulut bagian atas 

2. Mukormikosis hitam paru 

Pasien kanker biasanya juga bisa mengalami jamur hitam paru. 

Gejala umumnya yakni : 

- Demam disertai batuk 
- Nyeri dada 
- Sesak napas 
- Biasanya gejala itu tidak membaik dengan pengobatan standar 

3. Mukormikosis gastrointestinal 
Jamur ini juga bisa menyerang saluran cerna dan sering dialami oleh anak, terutama bayi prematur yang mendapat antibiotik sistemik, stereoid, pembedahan dan lain sebagainya. 

Gejala umumnya ialah: 

- Sakit perut 
- Mual 
- Muntah 
- Pendarahan gastrointestinal 

4. Mukormikosis kulit 

Mukomirkosis kulit yakni infeksi pada luka kulit, misalnya setelah operasi, luka bakar dan lain-lain. 
Gejala umumnya: 

- lecet atau bisul 
- Area yang terinfeksi menghitam 
- Nyeri 
- Hangat 
- Kemerahan berlebihan 
- Bengkak di sekitar luka 

5. Mukormikosis diseminata 

Baca Juga : Stylish, Negara-negara Ini Pakai Seragam Kece di Olimpiade Tokyo 2020

Mukormikosis diseminata adalah infeksi yang menyebar melalui aliran darah. Infeksi ini bisa menyebar ke organ lain, termasuk otak, limpa, jantung, dan lainnya. 

Jamur hitam di aliran darah terjadi pada penderita penyakit berat, dan sulit mengetahui gejala khususnya. Penyakit ini bisa menyebabkan koma dan perubahan status mental. 

Cara Mencegah Jamur Hitam 

1. Bagi pasien Covid-19 

Pertama adalah tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 harus meningkatkan kewaspadaan klinis dan ketelitian sebagai langkah awal diagnosis. Pecegahan kedua yakni menghindari atau tidak terlalu banyak mengonsumsi obat yang bisa menurunkan imunitas, termasuk korikosteroid, anti-interleukin (misalnya tocilizumab) dan lain sebagainya. 

Menurut dr Anna, saat imunuitas tubuh turun akibat mengonsumsi obat-obatan itu, riskio terkena jamur hitam akan meningkat. Pasien Covid-19 juga harus bisa mengendalikan kadar gula darah atau status diabetesnya. 

Selanjutnya harus menjaga kebersihan fasilitas di rumah sakit, mulai dari peralatan medis, sistem air, dan filtirasi. Hal ini menjadi penting untuk mencegah infeksi jamur hitam pada pasien Covid-19 atau pasca-Covid-19. 

2. Untuk masyarakat umum 

Masyarakat umum juga berpotensi terinfeksi jamur hitam atau mukormikosis ini. Ada pun bentuk pencegahannya yakni terkait dengan faktor lingkungan. 

Hindari area yang banyak debu, seperti di lokasi konstruksi bangunan, penggalian dan sejenisnya. Kalau sulit menghindari lokasi itu, pakailah masker khusus (respirator N95). Sebab, elemen jamur dari lingkungan seperti tanah, bahan organik yang membusuk seperti daun, tumpukan kompos, dan kotoran hewan, bisa masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, cedera atau goresan kulit. 

Bahkan elemen kecil jamur itu bisa saja tertelan tanpa kita sadari. Jika terluka, segera bersihkan karena khawatir terkena tanah atau debu. 

Hindari mengonsumsi obat tanpa resep karena ada beberapa obat yang justru bisa menurunkan sistem imun tubuh sehingga berisiko terinfeksi jamur hitam ini.

Topik
jamur hitam inveksi jamur hitam Covid 19

Berita Lainnya