Jatim Times Network Logo
08/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Jika Bukan karena Nabi Syits, Manusia Masih Bisa Melihat Jin Berlalu-lalang 

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Dec - 2022, 08:22

Ilustrasi beda alam (Ig/skip_closer)
Ilustrasi beda alam (Ig/skip_closer)

JATIMTIMES - Jika bukan karena Risalah atau Nubuah Nabi Syits AS, manusia hingga kini masih bisa melihat jin yang berlalu-lalang. Berkat Risalah beliau, Allah kemudian memisahkan alam manusia dengan alam jin.

Syits sendiri merupakan anak Nabi Adam AS dan Siti Hawa. Dari riwayat yang ada, Nabi ada memiliki 40 anak. Setiap melahirkan, beliau selalu memiliki anak yang kembar. 

Baca Juga : Wujud Nyi Blorong itu Apa?

Saat itu, peristiwa memilukan, antara anak Nabi Adam Qabil dan Habil terjadi. Mereka memberikan persembahan kurban untuk alam yang menjadi syariat pada masa Nabi Adam. Dua orang ini diuji ketika memberikan sesajian, apakah yang terbaik yang akan diberikan atau sebaliknya.

Ternyata Habil memberikan yang terbaik dan Qabil memberikan yang terburuk. Ketika diterima persembahan Habil diterima, Qabil merasa tak ridho dan kemudian membunuh Habil. Setelah membunuh kemudian ia menyesal. Nabi Adam mengetahui karakter anaknya. Maka ia kemudian tidak menurunkan ilmu yang Allah titipkan kepadanya untuk Qabil.

Sampai tahun ke 400 beliau tinggal di Bumi, lahirlah Syits.

Syits mendapatkan tugas dari Allah SWT. Ia mendapat mandat meneruskan wasilah kenabian. Nabi Adam juga sempat mengingatkan Syits untuk menjaga kerahasiaan mandat tersebut agar tidak sampai diketahui oleh putranya yang pendengki, Qabil. Salah satu tugasnya adalah membuat batas antara alam manusia dan jin.

Sebelum Syits bertugas, dahulu masih bisa dilihat jin atau syaitan yang berkeliaran. Jarak mereka dengan manusia tidak ada. Belakangan Adam telah diperlihatkan jumlah manusia Anka keturunannya yang bertambah. 

Baca Juga : UIN Jogja Kunjungi Fakultas Humaniora UIN Malang, Jaring Ilmu Penguatan Lembaga dan Perkuat Jalinan Kerja Sama

Kemudian Nabi Adam AS berdoa semoga ada di antara anaknya yang melanjutkan risalah. Kemudian, terpilihlah di antara anaknya yakni Syits menjadi orang yang menutup pandangan manusi melihat jin.

"Di saat yang sama jin dapat melihat kita, kita tak dapat melihatnya. Jadi kalau ada orang yang melihat jin, itu bukanlah Jin, itu adalah jelmaan. Masak iya jin di Indonesia beda sama jin di China, di Arab, padahal sama mahluk Allah. Ini lah persepsi. Persepsi kita mengenai mahluk menyeramkan dan membentuk visualisasi, ini yang terlihat oleh orang yang menyebut dirinya indigo," kata Dr Arrazy Hasyim MA, dalam video TikTok yang diunggah akun @temyalvan.

Nabi Syits diizinkan oleh Allah mendapatkan wasilah dari Nabi Adam. Hal ini tak Nabi Adam sampaikan kepada Qabil. Secara diam-diam Syits diajarkan Nabi Adam mengenai ilmu rahasia itu. Syits kemudian bergerak dan berdakwah berbagai pulau. Wallahualam Bissawab.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Berita Lainnya