Jatim Times Network Logo
08/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Internasional

Iran Kaji Ulang Soal Kebijakan Wajib Hijab, Picu Demonstrasi Besar-besaran

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Dec - 2022, 09:19

Demonstrasi Iran menganai aturan wajib hijab makin menggila. (Foto dari internet)
Demonstrasi Iran menganai aturan wajib hijab makin menggila. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Iran akhirnya melakukan pengkajian ulang mengenai kebijakan wajib hijab bagi perempuan.

Kebijakan itu merupakan salah satu pemicu terjadinya gelombang demonstrasi besar-besaran dua bulan belakangan.

Baca Juga : Menjelang Penutupan Pendaftaran, Ratusan Pemdes Telah Berpartisipasi dalam Anugerah Desa Terbaik TIK

Menurut Jaksa Agung Mohammad Jafar Montazeri, para petinggi sedang mengkaji kebijakan itu.

"Parlemen dan kehakiman sedang mengkaji (aturan itu)," ujarnya, dikutip dari AFP, Senin (5/12/2022).

Montazeri tak menjelaskan lebih lanjut mengenai kemungkinan kebijakan mana yang akan diubah.

Namun Montazeri mengatakan tim pengkajian kebijakan itu sudah bertemu pada Rabu lalu.

"Dan hasilnya dapat dilihat dalam satu atau dua pekan," ujar Montazeri, dikutip dari ISNA.

Sementara, Presiden Iran sendiri, Ebrahim Raisi menegaskan bahwa landasan Islam sebenarnya sudah mengakar dalam konstitusi Iran.

"Namun, ada metode-metode penerapan konstitusi yang bisa fleksibel," ucap Raisi.

Sejak April 1983, Iran memang sudah mulai memberlakukan wajib hijab untuk perempuan.

Kebijakan berselang empat tahun dengan revolusi 1979. Revolusi itu didukung oleh Amerika Serikat.

Namun, pada waktu belakangan ini mulai muncul desakan untuk menghapuskan aturan ketat tersebut.

Namun hingga kini, isu tersebut masih menjadi perdebatan yang sensitif.

Kaum konservatif menganggap aturan tersebut harus tetap ditegakkan.

Sementara itu, kubu reformis ingin keputusan untuk pemakaian hijab berada di tangan individu.

Ditengah perdebatan yang memanas itu, polisi terus melakukan penahanan pada sejumlah perempuan yang memang tidak mematuhi aturan ketat Iran itu.

Baca Juga : Jelang Pernikahan Kaesang-Erina, Jokowi: Persiapan Sudah 99 Persen

Tak terkecuali Mahsa Amini yang ikut ditahan lantaran tak mematuhi aturan yang sudah dibuat Iran.

Namun, penahanan Mahsa Amini itu menjadi kasus yang paling disoroti usai wanita berusia 22 tahun itu meninggal dunia dalam tahanan polisi moral.

Meninggalnya Mahsa Amini memicu gelombang protes besar-besaran di Iran. 

Tak hanya memprotes kematian Amini, para pengunjuk rasa juga menyuarakan penolakan atas aturan-aturan yang mengekang perempuan.

Para demonstran mempertanyakan akuntabilitas dan impunitas yang dinikmati elite ulama di negara tersebut.

Seruan mereka menjadi lebih meluas dengan menuntut keadilan, transparansi, hingga isu-isu kebebasan berekspresi.

Protes itu tak hanya dilakukan di dalam negeri, namun juga menjalar ke luar negeri, seperti kala Piala Dunia 2022 digelar di Qatar.

Di sekitar arena Piala Dunia, para warga Iran juga berunjuk rasa sembari membawa foto Amini.

Para pemain tim nasional Iran juga menunjukkan protes mereka dengan menolak menyanyikan lagu kebangsaan di laga pembuka ajang olahraga bergengsi itu.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Berita Lainnya