Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Kisah Tsabit bin Marzaban: Makan Apel yang Jatuh di Jalan Berujung Dinikahkan dengan Putri Pemilik Lahan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

28 - Jul - 2023, 15:19

Placeholder
Gambar apel, ilustrasi apel yang dimakan Tsabit hingga menikahi anak pemilik kebun apel. (Foto: Google)

JATIMTIMES - Tak banyak yang mengetahui tentang sosok Tsabit bin Marzaban, seseorang yang sederhana dari Kota Kufah, Irak, namun berpegang teguh pada sesuatu yang halal. Diceritakan oleh Ustaz Khalid Basalamah dalam suatu ceramah, mengutip akun TikTok @kajianonline.official bahwa Tsabit saat disebut sebagai orang miskin. 

Kala itu, ia berjalan di salah satu jalan di Kufa. Lantas dia lewati salah satu kebun apel dan kemudian ada apel yang jatuh dari kebun itu karena matang. "Jatuh di depan dia (Tsabit). Dia berpikir, bahwasannya, apel ini jatuh di jalan, mungkin sudah halal buat saya, kemudian diambillah oleh Tsabit dan dimakanlah apel tersebut," cerita Ustadz Khalid Basalamah. 

Baca Juga : Ini Hewan yang Mampu Melihat Jin

Setelah hampir habis setengah dari apel, Tsabit baru berpikir apakah halal apel yang jatuh tersebut untuk dimakan. "Bagaimana bisa saya tiba-tiba mengambil yang walaupun jatuh di jalan tanpa izin pemiliknya," demikian pemikiran Tsabit diceritakan Ustaz Khalid. 

Lantas Tsabit pun berhenti memakannya. Sisa apel di mulutnya dibuang dan ada juga yang sudah tertelan. Dan apel masih tersisa setengah di tangannya. Lalu segera, Tsabit dengan ketakutan masuk ke dalam kebun tersebut mencari pemilik kebun. Dia temukan sebuah rumah gubuk lalu dia bertanya "apakah anda pemilik kebun?". 

Penjaga kebunnya mengatakan "bukan, pemilik kebun ini jaraknya satu hari dari sini, kenapa?". 

Lantas Tsabit menceritakan jika ia mendapatkan apel jatuh di jalan. Kemudian apel tersebut dimakannya. "Saya pikir jarena jatuh di jalan, mungkin halal buat saya, tiba-tiba saya ketakutan sekali, takut Allah hisab apel ini. Tolong anda halalkan," pinta Tsabit diceritakan Ustadz Khalid. 

Karena penjaga kebunnya taqwa kepada Allah, dia tak langsung menghalalkan apel yang dimakan Tsabit. "Sungguh tidak ada di tangan saya, halal tidaknya bergantung pemilik kebun yang jarak rumahnya satu hari dari sini," jawab penjaga kebun. 

Dan Tsabit pun datang ke pemilik kebun. Ia berjalan sehari semalam untuk mencari kehalalan setengah apel yang sudah dia makan, saking takutnya dihisab di hari kiamat. Begitu Tsabit datang, bertemu dengan pemilik kebun itu. Kemudian Tsabit menceritakan apa yang terjadi. 

"Saya jauh-jauh datang sehari semalam perjalanan karena kemarin kejadiaannya begini, saya temukan satu apel jatuh dari pohon anda di jalanan, lalu saya memakannya karena lapar, kemudian saya tiba-tiba takut, padahal saya sudah makan setengah. Setengahnya sebagian saya makan, sebagian saya buang. Ini setengah sisanya. Walau sudah busuk saya bawa. Tolong halalkan," pinta Tsabit, menurut cerita Ustaz Khalid. 

Lantas pemilik kebun memberikan syarat akan menghalalkan apel itu apabila mau menikahi anaknya. Namun sebelun dinikahi, pemilik kebun menyebut jika anaknya tuli, bisu, buta, dan lumpuh. 

Baca Juga : Bolehkah Berobat ke Pengobatan Alternatif Menurut Islam? 

"Kalau memang untuk menghalalkan setengah apel yang saya makan dan saya bisa lepas hisab di hari kiamat, dengan cara menikahi wanita tersebut maka saya akan melakukan," demikian kata Tsabit, mengutip Ustaz Khalid. 

Tak menunggu lama, pemilik kebun segera menikahkan Tsabit dengan putrinya. Usai menikah, alangkah kagetnya saat Tsabit menemukan istrinya yang bisa menjawab salam hingga berjabat tangan. Bahkan saat penutup wajah dibuka, istrinya sangat cantik. 

Saat ditanya soal tuli, bisu dan lumpuh, istri Tsabit menjelaskan jika mata, telinga dan tubuhnya belum pernah bersentuhan dengan hal yang haram. Dan jika ayahnnya memilihkan suami, artinya Tsabit adalah orang yang takut kepada Allah dan meninggalkan yang haram. Kemudian sang istri juga membuka penutup wajahnya, dan ternyata istrinya cantiknya bukan main, bahkan istri Tsabit juga penghafal Al Quran, 

Putra Tsbit, Abu Hanifah. (Foto: Google)

                                                                           Putra Tsbit, Abu Hanifah. (Foto: Google)

Dari pernikahan keduanya, yang sepakat meninggalkan haram tersebut lahirlah seorang ulama muslimin yakni Abu Hanifah. Yakni salah satu ulama dari 4 madzab yang dikenal dan hampir seluruh Eropa, Turki, Pakistan menggunakan madzab Abu Hanifah ini. 


Topik

Agama tsabit bin marzaban abu hanifah apel ustaz khalid basalamah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana