JATIMTIMES - Aksi pamer atau flexing sejumlah pegawai SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Makan Bergizi Gratis (MBG) gaji pertama untuk beli iPhone, Honda Jazz juga shopping bareng selingkuhan beredar di tiktok, menuai kecaman sejumlah pihak.
Video yang diunggah oleh akun tiktok @sppgklatakan.jem dengan durasi 29 detik tersebut, saat ini sudah dihapus. Namun sudah didownload dan beredar di sejumlah WAG. Joko salah satu warga Jember menyayangkan aksi pamer yang ditunjukkan oleh sejumlah pegawai SPPG tersebut.
Baca Juga : Aturan Besaran THR Pekerja Swasta 2026: Wajib Cair Paling Lambat H-7 Sebelum Idulfitri, Tidak Boleh Dicicil
"Gajinya UMK kalau di Jember kisaran 3 juta lebih sedikit, tapi sudah dipamerkan. Ini menyakiti masyarakat yang lainnya, sangat tidak etis. Apalagi Jember masih masuk kategori kemiskinan ekstrem," ujar Joko.
Joko menambahkan, para pegawai SPPG agar tidak pongah atau sombong karena sudah mendapat pekerjaan, lebih baik kalau gaji yang diterima digunakan seperlunya dan ditabung.
"Alangkah baiknya kalau honor yang didapat ditabung dan digunakan sebaik mungkin. Gak perlu dipamerkan," ujarnya.
Sementara Muhammad Irsyad Kepala Dapur SPPG Klatakan saat dikonfirmasi mengakui jika video tersebut dilakukan oleh pegawainya. Namun video tersebut hanya sebagai konten dan tidak sesuai kenyataan.
Pihaknya juga meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan tersebut, sehingga begitu ada reaksi video langsung dihapus. "Kami akui kami ceroboh dan kami minta maaf kepada masyarakat. Video tersebut hanya konten dan hiburan saja, bukan yang sebenarnya. Saat ini video tersebut sudah kami hapus," ujarnya.
Baca Juga : 10 Kebiasaan yang Diyakini Bikin Rezeki Seret Menurut Fengsui, Nomor 2 Masih Sering Dilakukan
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mengingatkan. Ke depan pihaknya akan lebih berhati-hati dalam setiap konten yang diunggah, apalagi menggunakan akun resmi milik SPPG.
"Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Kami akan lebih berhati-hati ke depannya. Kami sendiri juga masih baru buka dan belum genap satu bulan dan masih butuh masukan dari semua pihak," pungkasnya.
