JATIMTIMES – Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, pada Selasa (31/3/2026) pagi. Hujan dengan intensitas tinggi memicu ambrolnya tebing di tiga titik berbeda sempat memutus akses menuju Pura Luhur Giri Arjuna.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, mengonfirmasi bahwa material tanah menutup sebagian besar akses jalan utama. Tebing yang longsor diperkirakan memiliki ketinggian mencapai 18 meter dengan material yang cukup tebal.
Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025
"Kejadian ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB dan berdampak langsung pada mobilitas warga menuju lahan pertanian serta tempat ibadah," ujar Suwoko dalam keterangannya, Selasa siang.
Pihaknya telah menerjunkan tim kaji cepat ke lokasi koordinat sesaat setelah menerima laporan. Suwoko menjelaskan bahwa penyebab utama longsor adalah kejenuhan tanah akibat guyuran hujan deras sejak dini hari.
Meski dampak kerusakan infrastruktur jalan cukup terasa, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, personil gabungan sudah melakukan evakuasi.
Alat berat dan peralatan manual dikerahkan guna membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan. Penanganan oleh personel dari BPBD, Dinas PUPR, TNI, dan POLRI.
Kerja bakti juga melibatkan perangkat desa, serta relawan FPRB Tulungrejo. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar pembersihan material bisa selesai lebih cepat sebelum hujan turun kembali.
Baca Juga : Susur Sungai Pasca Banjir Luapan Bumiaji, Cak Nur Soroti Perilaku Pragmatis Alih Fungsi Lahan Pertanian
Pihak BPBD juga memberikan rekomendasi teknis terkait tindak lanjut pasca-bencana di kawasan perbukitan tersebut. Kerja bakti massal bersama warga setempat direncanakan akan diperluas ke titik-titik rawan di sepanjang jalur Dusun Junggo.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama saat melintasi jalur rawan tebing ketika cuaca ekstrem melanda," tegas Suwoko.
