Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Keluarga Terduga Korban Pelecehan Seksual di Sekolah Kepanjen Buat Klarifikasi, Minta Video Viral Di-Take Down

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - May - 2026, 21:14

Placeholder
Ayah terduga korban pelecehan seksual (tengah) didampingi kuasa hukumnya (kanan) beserta kepala sekolah (kiri) saat menyampaikan video klarifikasi pada Senin (11/5/2026). (Foto: Tangkapan layar video klarifikasi/Istimewa)

JATIMTIMES - Pemberitaan ini seharusnya bisa menjadi pembelajaran untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Alih-alih mendapatkan informasi yang valid, pengguna medsos justru bisa mendapatkan kabar hoaks jika tidak terlebih dahulu menelaah kebenarannya.

Seperti kejadian yang beberapa hari ini viral di medsos. Seorang oknum guru salah satu sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur disebut telah melakukan dugaan pelecehan seksual. Belakangan diketahui, tuduhan tersebut disampaikan oleh salah satu siswi dari oknum guru tersebut.

Baca Juga : Heboh! Lansia Asal Ngunut Hilang Beberapa Hari, Ditemukan Meninggal di Sungai Kering

Setelah melalui proses yang panjang termasuk upaya mediasi dan klarifikasi, ternyata tuduhan tersebut tidaklah benar. Namun sayangnya, kabar dugaan pelecehan tersebut sudah terlanjur menyebar hingga akhirnya guru maupun pihak sekolah menuai getahnya. Yakni jadi sorotan setidaknya oleh warganet yang menelan mentah-mentah kabar viral tersebut.

Namun sebelum mengulas lebih jauh terkait temuan fakta di lapangan hasil penelusuran sementara oleh JatimTIMES, perlu diketahui bahwa pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan satu, dua, atau sejumlah pihak lainnya. Baik pihak oknum guru, sekolah, maupun siswi dan keluarganya.

Sebab, dari temuan di lapangan setidaknya hingga hari ini, Senin (11/5/2026), memang mengerucut bahwa dugaan pelecehan seksual oknum guru terhadap siswinya tersebut tidaklah benar. Namun hingga kini pihak kepolisian masih mendalami dugaan kasus pelecehan seksual tersebut. Sehingga layak disimak kejelasannya apakah memang terjadi dugaan pelecehan atau hanya sekedar kesalahpahaman.

Kronologi dugaan pelecehan seksual oknum guru kepada siswinya tersebut bermula pada Jumat (8/5/2026). Saat itu, sekolah mengadakan kegiatan lomba. Di mana, sang terduga oknum guru yang diketahui berinisial F tersebut mendampingi para anak didiknya. Termasuk siswi yang sebut saja bernama Bunga -bukan nama sebenarnya-.

Semula, kegiatan sekolah pada saat itu berjalan lancar dan kondusif. Namun, semuanya berubah pada malam harinya. Ketika itu sang kepala sekolah mendapatkan pengaduan terkait adanya dugaan pelecehan seksual. Pengaduan tersebut disampaikan oleh pihak keluarga Bunga.

Keesokan paginya, Sabtu (9/5/2026), pihak sekolah memfasilitasi mediasi. Yakni dengan turut menghadirkan oknum guru berinisial F dengan pihak keluarga terduga korban pelecehan. Pada saat mediasi tersebut ayah terduga korban sempat mengajak sejumlah orang termasuk kuasa hukumnya.

Proses mediasi berlangsung. Ayah dari terduga korban saat itu sempat mengaku jika korban dugaan pelecehan seksual tidak hanya Bunga. Melainkan ada dua korban lainnya.

Dari sinilah kejanggalan tersebut mulai terjadi. Saat pihak sekolah mencari kejelasan dari dua terduga korban lainnya yang disebutkan oleh ayahnya Bunga tersebut, ternyata keduanya kompak menyampaikan bahwasanya mereka tidak mengalami tindakan pelecehan seksual sebagaimana yang dituduhkan kepada oknum guru berinisial F tersebut.

Ayah terduga korban tersebut kemudian memanggil anaknya. Bunga kemudian bercerita sambil menangis tersedu-sedu dan mengaku telah mengalami dugaan pelecehan seksual oleh sang oknum guru tersebut.

Ayah terduga korban tersebut kemudian terbawa emosi. Ia kemudian marah-marah sambil merekam video yang pada akhirnya tersebar luas di media sosial dan kemudian hingga saat ini viral.

Situasi yang saat itu semakin tidak kondusif membuat pihak sekolah akhirnya meminta bantuan kepada kepolisian. Petugas Polsek Kepanjen kemudian datang untuk mendampingi proses mediasi.

Situasi kemudian mulai kondusif dan proses mediasi akhirnya kembali berlanjut. Pada keterangannya, Bunga saat itu kukuh menyampaikan jika dirinya telah menjadi korban pelecehan seksual. Merasa di tuduh, sang oknum guru akhirnya memberikan bantahan dan bahkan bersedia untuk di sumpah jika dirinya memang tidak melakukan pelecehan seksual sebagaimana yang dituduhkan oleh siswinya tersebut.

Proses mediasi yang berjalan alot tersebut pada akhirnya menemui satu titik kesepakatan. Yakni berakhir secara kekeluargaan. Namun melalui kuasa hukumnya, pihak keluarga diduga korban mengaku bersedia memaafkan asalkan oknum guru tersebut membayar sejumlah uang untuk kompensasi.

Setelah terjalin kesepakatan, oknum guru yang dituduh melakukan pelecehan seksual tersebut akhirnya membuat surat pernyataan. Surat tersebut turut ditandatangani oleh oknum guru dan pihak orang tua dari Bunga.

Baca Juga : BPNT Tahap 2 2026 Cair Mei-Juni, Ini Jadwal, Nominal Bantuan dan Cara Cek Penerima

Namum, kasus tersebut ternyata masih berlanjut. Malam harinya setelah proses mediasi berlangsung, video saat mediasi tersebut telah tersebar dan viral di medsos.

Di sisi lain, Bunga justru membuat status di aplikasi chatting pribadinya yang menyampaikan jika dirinya telah dibelikan smartphone baru oleh ayahnya. Yakni dengan turut menuliskan jika smartphone tersebut sebagai tanda permintaan maaf oleh oknum guru yang dituduh melakukan pelecehan seksual tersebut.

Belakang diketahui, kondisi yang dirasa janggal oleh sejumlah pihak tersebut akhirnya menuai beragam pertanyaan. Hingga akhirnya, pada hari ini, Senin (11/5/2026), pihak keluarga dari Bunga mendatangi sekolah. Mereka menyampaikan klarifikasi yang pada intinya menyebut jika dugaan pelecehan seksual tersebut tidaklah benar.

Pihak keluarga korban akhirnya mengakui jika tidak terjadi pelecehan seksual sebagaimana yang sempat dituduhkan. Sehingga bersedia untuk kembali memulihkan nama baik sekolah yang sudah terlanjur tercoreng citranya.

Klarifikasi pihak keluarga Bunga tersebut juga turut disampaikan melalui video berdurasi 36 detik. Dalam rekaman video yang diterima JatimTIMES, ayah dari Bunga saat itu turut didampingi oleh kuasa hukumnya dan kepala sekolah. 

"Saya sebagai kuasa hukum dari saudara MNC (ayah dari Bunga) menyampaikan bahwasanya semua permasalahan yang ada di sekolah sudah dinyatakan selesai," ujar kuasa hukum ayah dari Bunga tersebut.

Sang kuasa hukum juga menyampaikan jika kesalahpahaman tersebut telah di mediasi. Yakni sesuai dengan hasil temuan JatimTIMES, yaitu mediasi yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026).

"Kemarin, hari Sabtu kita sudah sepakat untuk tidak mempermasalahkan perkara ini," tegasnya.

Pada akhir video klarifikasi tersebut, pihak keluarga dari Bunga tersebut juga berharap agar video tuduhan dugaan pelecehan seksual yang terlanjur viral untuk di take down. "Untuk semua pihak yang meng-upload video tersebut, kami harap atau kami mohon untuk men-take down mulai hari ini (Senin, 11/5/2026), terimakasih" pintanya.

Pada kesempatan yang sama, pihak keluarga Bunga melalui kuasa hukumnya juga menyampaikan permohonan maaf jika telah membuat sebagian pihak tidak berkenan atas kejadian tersebut. "Kami sampaikan, mudah-mudahan ini menjadi maklum untuk semuanya," pungkasnya.

Di sisi lain, JatimTIMES hingga kini masih terus menelusuri guna memastikan kebenaran terkait kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan sekolah tersebut. Termasuk mengkonfirmasi sejumlah pihak mulai dari sekolah, kepolisian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang.

Secara garis besar, hasil konfirmasi tersebut juga telah dimuat pada pemberitaan ini. Seperti apa kelanjutannya, simak terus hanya di JatimTIMES.


Topik

Peristiwa Pelecehan Seksual dugaan pelecehan guru SMP Negeri Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Sri Kurnia Mahiruni