Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Dinsos-P3AP2KB Gandeng Muslimat Kota Malang Gelar Pelatihan Pelayanan Puspaga 

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Yunan Helmy

10 - Jun - 2026, 09:21

Placeholder
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko (tengah berkemeja putih) bersama Ketua PC Muslimat NU Kota Malang Hj Mutammimah Hasyim beserta seluruh pengurus serta kader Muslimat NU Kota Malang dalam rangka kegiatan pelatihan Pelayanan Puspaga di Kantor PC Muslimat NU Kota Malang, Rabu (10/6/2026). (Foto: Dok. Dinsos-P3AP2KB Kota Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang menggandeng PC Muslimat NU Kota Malang untuk menggelar pelatihan pelayanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). 

Kegiatan pelatihan pelayanan Puspaga yang melibatkan seluruh pengurus dan kader Muslimat NU se-Kota Malang ini menghadirkan beberapa narasumber. Di antaranya Ketua PC Muslimat NU Kota Malang Hj Mutammimah Hasyim, Direktur Performa Puncak Malang sekaligus dosen psikologi FISIP Universitas Brawijaya Ilhamuddin, serta anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Malang sekaligus dosen psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Fina Hidayati. 

Baca Juga : UIN Malang Tuan Rumah Rakor PTKIN Se-Indonesia di Kota Batu, Matangkan Program KIP Kuliah Baru 2026

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko menyampaikan, kegiatan pelatihan pelayanan Puspaga ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman teoritis mengenai konseling dan pendampingan keluarga, tetapi juga memberikan pelatihan, praktik dan bimbingan kepada para kader serta konselor Muslimat NU agar semakin percaya diri dan memiliki bekal yang memadai dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Donny mengatakan, dalam ajaran Islam, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat. Ia menyebut, keluarga menjadi madrasah pertama bagi anak-anak, tempat ditanamkannya nilai-nilai akhlak, kasih sayang, tanggung jawab dan keteladanan. 

"Oleh karena itu, menjaga ketahanan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama yang memiliki nilai ibadah dan kemaslahatan bagi masyarakat luas," ungkap Donny, Rabu (10/6/2026). 

Namun, tantangan yang dihadapi dalam merawat dan membangun keluarga yang harmonis semakin kompleks. Beragam persoalan masih sering terjadi. Mulai dari pola pengasuhan yang kurang tepat, konflik keluarga, permasalahan kesehatan mental, pengaruh teknologi digital, hingga kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama. 

Menurut Donny, tidak sedikit masyarakat yang membutuhkan tempat bertanya, tempat mengadu dan tempat memperoleh pendampingan ketika menghadapi berbagai persoalan di dalam keluarga. "Oleh karena itu, keberadaan Pusat Pembelajaran Keluarga atau Puspaga menjadi sangat penting. Puspaga hadir sebagai layanan yang mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui edukasi, konsultasi, konseling, dan pendampingan keluarga," jelas Donny. 

Ia menambahkan, Puspaga tidak hanya berfokus pada penanganan masalah yang sudah terjadi, tetapi juga berupaya mencegah munculnya berbagai permasalahan melalui penguatan ketahanan keluarga sejak dini.

Donny menyampaikan, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat ketahanan keluarga serta perlindungan perempuan dan anak, pada tahun 2025 Dinsos-P3AP2KB Kota Malang telah membentuk Puspaga Mbois Kota Malang sebagai layanan konsultasi, edukasi dan pendampingan bagi keluarga dan masyarakat. 

"Alhamdulillah, layanan ini telah aktif beroperasi dan mendapatkan respon yang baik dari masyarakat," kata Donny. 

Baca Juga : Bupati Sanusi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Dorong Hasilkan Data yang Akurat untuk Kebijakan yang Tepat

Lebih lanjut, Donny menyebut hingga tahun 2026, Puspaga Mbois Kota Malang telah menerima hampir 20 klien dengan berbagai permasalahan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan konsultasi dan penguatan keluarga semakin tinggi. Sehingga diperlukan dukungan dan keterlibatan banyak pihak untuk memperluas jangkauan layanan tersebut.

Di Kota Malang, selain Puspaga Mbois yang dikelola oleh Pemerintah Kota Malang, juga telah terbentuk beberapa Puspaga berbasis wilayah di tingkat kelurahan yang terus mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang. 

"Selain itu, telah berkembang pula Puspaga berbasis pondok pesantren yang menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kepada masyarakat. Dalam konteks tersebut, kami melihat bahwa Muslimat NU sesungguhnya telah memiliki modal sosial yang sangat kuat," ujar Donny. 

Donny menambahkan, selama ini Muslimat NU telah aktif melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan perempuan, pembinaan keluarga, serta kegiatan sosial keagamaan lainnya. Bahkan saat ini telah terdapat kader dan konselor Muslimat NU yang secara langsung memberikan ruang konsultasi dan pendampingan kepada masyarakat.

"Karena itu, meskipun nantinya layanan yang dikembangkan tidak harus menggunakan nama Puspaga, kami berharap Muslimat NU dapat terus memperkuat perannya sebagai wadah pembelajaran, konsultasi dan pendampingan keluarga yang mudah diakses oleh masyarakat," tutur Donny. 

Ia menyebut, dengan jaringan organisasi yang mengakar hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, Muslimat NU memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis dan berdaya.


Topik

Pemerintahan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Kota Malang Puspaga Muslimat pembelajaran keluarga



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy