Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Usai Ditertibkan, PKL Semambung Dapat Modal Rp215 Juta dan Lahan Usaha Baru

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : Yunan Helmy

18 - Jun - 2026, 16:26

Placeholder
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) menyaksikan perwakilan PKL menandatangani penerimaan modal usaha dan lahan usaha yang baru di Ruang Rapat Putri Cempo, Kamis (18/6/2026).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai merealisasikan komitmen pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha yang terdampak penataan kawasan di Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo. Dua bulan pasca penertiban, sebanyak 43 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menerima bantuan stimulan usaha senilai Rp5 juta per orang atau total Rp215 juta.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Rapat Putri Cempo, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga : Ahmad Irawan Sentil Kadin di DPR: Jangan Hanya Minta Hak dan Kewenangan

Bupati Yani menjelaskan, bantuan modal usaha itu merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Gresik untuk memastikan penataan kawasan tetap berjalan beriringan dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang terdampak.

"Bantuan stimulan usaha ini akan diserahkan kepada 43 pelaku usaha terdampak penertiban. Masing-masing menerima Rp5 juta sebagai langkah nyata pemulihan ekonomi masyarakat pasca relokasi kawasan," ujar Yani.

Menurut dia, selama dua bulan terakhir Pemkab Gresik melakukan pendataan, verifikasi, hingga pendampingan terhadap para pelaku usaha terdampak. Hasil pemetaan kebutuhan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di wilayah Driyorejo dan Baznas Gresik agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Yani menegaskan, penataan kawasan yang dilakukan pada April 2026 merupakan bagian dari program normalisasi saluran dan pengendalian banjir di wilayah Driyorejo dan Wringinanom. Setelah proses penataan selesai, pemerintah daerah memfokuskan perhatian pada langkah pemberdayaan ekonomi bagi warga terdampak.

"Setelah penataan kawasan dilakukan, fokus kami adalah memastikan para pelaku usaha bisa kembali bangkit dan mengembangkan usahanya," katanya.

Selain bantuan modal, Pemkab Gresik juga menyiapkan lahan aset daerah seluas sekitar 1.000 meter persegi yang akan dimanfaatkan dan dikelola oleh paguyuban PKL Semambung sebagai lokasi usaha baru.

Menurut Yani, lahan tersebut diberikan dengan masa kontrak selama lima tahun. Untuk meringankan beban pelaku usaha, Pemkab juga memberikan dispensasi retribusi selama enam bulan pertama. Setelah itu, para pedagang mulai membayar retribusi sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan.

"Selain bantuan modal usaha, kami juga menyediakan lahan relokasi yang bisa dimanfaatkan paguyuban PKL Semambung. Harapannya, tempat ini bisa menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang tertata dan berkelanjutan," jelasnya.

Baca Juga : Program Bongkar Ratoon Digelar di Malang, Upaya Perkuat Produktivitas Tebu Nasional

Yani juga mengingatkan pentingnya peran paguyuban dan para pedagang dalam menjaga fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

"Kami berharap seluruh PKL dan paguyuban dapat menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan lokasi relokasi agar tetap nyaman bagi pedagang maupun pengunjung," pesannya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, M. Adhim (42), mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan modal usaha tersebut sangat membantu para pedagang untuk kembali memulai usaha setelah terdampak penataan kawasan.

"Dampak penertiban kemarin memang berat bagi kami. Tapi dengan adanya bantuan modal dan perhatian dari pemerintah, kami merasa tidak berjalan sendirian. Bantuan ini akan kami manfaatkan untuk menata kembali usaha demi memenuhi kebutuhan keluarga," ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gresik didampingi Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Misbahul Munir, Camat Driyorejo Muhammad Amri, Ketua Baznas Gresik H. Muhamad Mujib, serta sejumlah perwakilan perusahaan di Kecamatan Driyorejo.


Topik

Peristiwa PKL Gresik Pemkab Gresik bantuan modal lahan baru



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

Yunan Helmy