Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Viral Perundungan Pasien BPJS, Puguh DPRD Jatim: Nakes Harusnya Punya Empati

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Yunan Helmy

07 - Aug - 2026, 18:28

Placeholder
Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas.

JATIMTIMES – Aksi cibir dan perundungan yang viral di media sosial diduga dilakukan oknum tenaga kesehatan (nakes) terhadap pasien BPJS Kesehatan memicu keprihatinan mendalam dari anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas. Pasien tersebut belakangan  meninggal dunia.

Peristiwa ini dinilai sebagai cermin buruknya etika bermedia sosial sekaligus penodaan terhadap marwah profesi medis. Puguh menyampaikan keprihatinannya atas fenomena hujatan bernada merendahkan yang diduga dilakukan oknum nakes di platform Threads. Fenomena tersebut mengemuka setelah pasien menyampaikan keluhan terkait layanan BPJS Kesehatan sebelum akhirnya wafat.

Baca Juga : Benjamin DPRD Jatim Ingatkan Keterbatasan Anggaran Jangan Sampai Ganggu Layanan Kesehatan

"Saya cukup menyayangkan peristiwa viral ini. Ironisnya, yang banyak menghujat diduga justru tenaga kesehatan. Nakes harusnya punya empati dan menjaga marwah profesinya," ujar Puguh, Jumat (7/8/2026).

Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya tersebut menegaskan bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital tidak berarti bebas tanpa batas. Menurutnya, profesi nakes merupakan garda terdepan pelayanan kemanusiaan yang berlandaskan empati, sehingga setiap perilaku di media sosial wajib mencerminkan profesionalisme tinggi.

Ia juga menegaskan, apabila terdapat unsur pelanggaran hukum dalam aksi perundungan di media sosial tersebut, proses hukum tetap harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau memang ada yang masuk dalam delik Undang-Undang ITE, saya pikir harus ditegakkan hukumnya. Tetapi yang lebih penting, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua agar tidak terulang kembali," tegas Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu.

Terlepas dari proses penelusuran fakta yang tengah berjalan, Puguh menekankan pentingnya pengendalian diri serta moralitas dalam memanfaatkan platform digital. Media sosial seharusnya difungsikan sebagai ruang untuk saling menguatkan, bukan tempat menghakimi warga yang sedang menghadapi kesulitan atau sakit.

"Hari ini seolah-olah kebebasan di media sosial tidak ada batasnya. Padahal kita memiliki nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi etika dan kepatutan. Kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita ucapkan dan tuliskan di ruang digital," jelasnya.

Baca Juga : 39 Kursi Kepala Sekolah di Kota Malang Masih Kosong, Pengisian Terganjal Mekanisme Pusat

Ia berharap peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya jajaran nakes di Jawa Timur, untuk senantiasa mengedepankan empati dan menjaga kehormatan profesi dalam kondisi apa pun.

"Harapannya peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi. Media sosial harus menjadi ruang untuk saling menguatkan antarsesama anak bangsa, bukan tempat yang justru melukai mereka yang sedang mengalami kesulitan," pungkas Puguh.

 


Topik

Pemerintahan Puguh Wiji Pamungkas Puguh PKS Puguh DPRD Jatim tenaga kesehatan bullying perundungan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Yunan Helmy