Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

HUT Arema ke-39, Wabup Lathifah Minta Generasi Muda Aremania Jadi Penggerak Perubahan

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Nurlayla Ratri

11 - Aug - 2026, 17:22

Placeholder
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib (tengah) bersama legenda Aremania Ovan Tobing dan Forkopimcam Turen beserta para pelajar SMKN 1 Turen di Hanggar Indrapastha SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang, Selasa (11/8/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Arema ke-39 yang setiap tahun diperingati pada tanggal 11 Agustus, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengajar seluruh generasi muda Aremania utamanya yang berada di Kabupaten Malang untuk menjadi penggerak perubahan. 

Hal itu disampaikan Lathifah pada peringatan HUT Arema ke-39 bertempat di Hanggar Indrapastha SMKN 1 Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang yang juga dihadiri oleh legenda Aremania Ovan Tobing, Forkopimcam Turen, serta 1.500 peserta didik dari SMKN 1 Turen. Di mana seluruh yang hadir tampak mengenakan baju Arema  dengan simbol singa yang khas dari tim kebanggaan warga Malang Raya. 

Baca Juga : Dari Rumah Bung Karno Hingga Makam WR Soepratman, Gerindra Surabaya Napak Tilas Sejarah Kemerdekaan

Lathifah mengajak generasi muda Aremania memandang Arema lebih dari sekadar klub sepak bola. Menurutnya, bagi masyarakat Malang, Arema telah tumbuh menjadi bagian dari identitas daerah dan ruang bertemunya semangat kebersamaan.

Ia menyebut, di usia Arema yang telah menginjak 39 tahun semestinya tidak hanya dihitung sebagai perjalanan sebuah klub. Tetapi hal itu juga menjadi kesempatan untuk merawat nilai yang selama ini melekat dengan masyarakat Malang, seperti keberanian, solidaritas dan sportivitas.

Pihaknya pun meminta kepada para generasi muda Aremania untuk cinta kepada Arema tidak berhenti pada penggunaan atribut, dukungan di tribun maupun rasa bangga menjadi Aremania. Ia berharap, generasi muda Aremania mampu membuktikan kecintaan kepada Arema dan Malang melalui prestasi dan tindakan yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

"Jangan berhenti menjadi Aremania hanya sebagai penonton. Jadilah Aremania yang mampu menjadi pelaku perubahan," ungkap Lathifah, Selasa (11/8/2026). 

Pejabat perempuan yang sebelumnya pernah duduk sebagai Anggota DPR RI ini menambahkan, rasa memiliki terhadap Arema dan Malang dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Mulai dari menjaga kedisiplinan, mengembangkan kreativitas, berprestasi, aktif dalam kegiatan sosial hingga menghasilkan karya.

Baginya, semangat "Salam Satu Jiwa" juga perlu diterjemahkan secara lebih luas dalam kehidupan generasi muda Aremania. Perbedaan karakter, pilihan, kemampuan maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persaudaraan.

"Jangan sampai fanatisme berubah menjadi kebencian. Jangan sampai kecintaan terhadap tim berubah menjadi permusuhan terhadap orang lain. Loyalitas boleh kuat, tetapi persaudaraan harus jauh lebih kuat," ujar Lathifah. 

Lebih lanjut, pihaknya juga mengajak seluruh generasi muda Aremania untuk lebih bijak dalam menghadapi tantangan di era digital yang membuat berbagai informasi dapat berkembang cepat. Menurutnya, generasi muda Aremania saat ini memiliki ruang kehidupan yang jauh lebih luas. Selain lingkungan sekolah dan keluarga, media sosial telah menjadi bagian dari keseharian generasi muda Aremania. 

"Perangkat digital dapat menjadi sarana memperluas pengetahuan dan mengembangkan potensi. Namun, apabila tidak digunakan secara bijak, ruang digital juga dapat menjadi sumber persoalan," kata Lathifah. 

Baca Juga : Besok Rebo Wekasan 2026, Ini Doa Tolak Bala Lengkap dengan Latin dan Artinya

Pihaknya juga mengingatkan kepada para generasi muda Aremania agar tidak terjebak dalam bullying, cyber bullying, penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, konten negatif, narkoba, tawuran hingga judi online.

"Jangan biarkan algoritma media sosial menentukan cara kalian berpikir. Jangan mencari pengakuan dengan merendahkan orang lain. Jangan menjadikan viral sebagai ukuran keberhasilan," tegas Lathifah. 

Sementara itu, Lathifah menyebut bahwa masing-masing satuan pendidikan atau sekolah mempunyai peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki keterampilan yang mumpuni dalam menghadapi kehidupan setelah lulus.

Menurutnya, satuan pendidikan harus menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk belajar, mengembangkan gagasan, berkreasi dan memperbaiki kesalahan. "Manfaatkan masa sekolah untuk mengasah kemampuan. Kuasai teknologi, tetapi jangan kehilangan etika. Kembangkan kreativitas, tetapi tetap disiplin. Berani bermimpi besar, tetapi jangan takut memulai dari hal kecil," tutur Lathifah. 

Pihaknya berharap, semangat peringatan HUT Arema yang ke-39 tahun dapat menjadi energi positif bagi para peserta didik yang ada di SMKN 1 Turen. Menurutnya, kecintaan terhadap Arema dan Malang, harus bermuara pada hal-hal yang membangun.

"Jadilah generasi yang kompeten sekaligus berkarakter. Mari kita jadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-39 Arema ini sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan menyalurkan energi muda ke arah yang positif," pungkas Lathifah.


Topik

Pemerintahan malang lathifah shohib hut arema aremania



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Nurlayla Ratri