Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Unisba Blitar Perkuat KWT Azalea, Kembangkan Persemaian Sayuran Berbasis Ecobisnis dan Urban Farming

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

13 - Aug - 2026, 20:41

Placeholder
Dosen Unisba Blitar bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Azalea menunjukkan hasil sayuran dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan pengembangan persemaian sayuran berbasis ecobisnis dan urban farming di Ngadirejo, Kabupaten Blitar.(Foto: Unisba Blitar)

 

JATIMTIMES – Keterbatasan lahan tak harus menjadi penghalang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha pertanian. Berangkat dari gagasan itu, Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) Azalea mengembangkan usaha persemaian sayuran berbasis ecobisnis dan urban farming.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan hibah yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 2026.

Baca Juga : Kapolresta Banyuwangi Perkuat Barisan Jaga Harkamtibmas, Gandeng Pendekar Lintas Perguruan Silat

Mengusung tema Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Azalea melalui Pengembangan Usaha Persemaian Sayuran Berbasis Ecobisnis dan Urban Farming, program tersebut menyasar KWT Azalea di Jalan DI Pandjaitan Nomor 101, Kelurahan Ngadirejo, Kabupaten Blitar.

Tim pelaksana diketuai Hanik Amaria SPd ME dengan anggota Army Dita Serdani SP MP dan Luhur Aditya Prayudhi SP.MAgr. Melalui program tersebut, perguruan tinggi membawa pengetahuan dan teknologi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama perempuan yang bergerak di sektor pertanian.

Ketua tim Hanik Amaria mengatakan KWT memiliki posisi penting karena aktivitas pertanian yang dijalankan tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan. Di dalamnya terdapat peluang untuk memperkuat ekonomi keluarga sekaligus membangun kemandirian perempuan.

“Kelompok wanita tani mempunyai peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Potensi ini dapat dikembangkan lebih jauh menjadi kegiatan ekonomi produktif apabila didukung pengetahuan, keterampilan, serta pengelolaan usaha yang baik,” kata Hanik.

KWT Azalea selama ini telah menjadi salah satu wadah pemberdayaan perempuan di sektor pertanian. Namun, perkembangan pertanian modern membawa tantangan baru. Penguasaan teknis budidaya perlu berjalan beriringan dengan kemampuan mengelola usaha, memanfaatkan teknologi, hingga membaca peluang pasar.

Tim Unisba Blitar melihat persemaian sayuran sebagai salah satu peluang yang dapat dikembangkan. Permintaan masyarakat terhadap pangan sehat dan produk pertanian yang ramah lingkungan terus membuka ruang bagi usaha penyediaan bibit berkualitas.

Persemaian pun tidak lagi dipandang sebatas tahapan awal sebelum tanaman dibudidayakan. Jika dikelola secara profesional, bibit sayuran dapat menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan pasar tersendiri.

"Persemaian sayuran punya peluang ekonomi yang cukup besar. Jika dikelola dengan baik, bibit berkualitas bisa menjadi produk bernilai jual sekaligus mendukung kebutuhan pangan sehat,” kata Hanik.

Dari Lahan Terbatas Menjadi Peluang Ekonomi

Unisba

Konsep ecobisnis kemudian ditempatkan sebagai fondasi pengembangan usaha. Pendekatan ini tidak semata mengejar keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sosial. Model tersebut dinilai relevan bagi usaha pertanian berbasis kelompok seperti KWT Azalea.

Di saat bersamaan, urban farming menjadi jawaban atas keterbatasan ruang. Lahan yang tidak luas tetap dapat dimanfaatkan secara produktif melalui teknik budidaya yang efisien, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan.

“Lahan terbatas bukan berarti peluang pertanian ikut terbatas. Dengan pendekatan urban farming, ruang yang tersedia dapat dioptimalkan. Ketika kemudian dipadukan dengan pengelolaan usaha berbasis ecobisnis, kegiatan pertanian dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” ujar Hanik.

Baca Juga : Lakukan Evaluasi, Pemkot Surabaya Siapkan Pengawas Khusus Medis dan Nutrisi Satwa di KBS

Integrasi kedua konsep tersebut diarahkan agar KWT Azalea mampu menghasilkan bibit sayuran berkualitas. Bibit dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan budidaya anggota, sekaligus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Program ini juga diarahkan untuk menjawab persoalan yang lebih mendasar, yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Anggota KWT didorong agar tidak hanya menguasai cara menanam, tetapi juga memahami bagaimana kegiatan pertanian dikelola sebagai sebuah usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Army Dita Serdani menilai penguatan kapasitas menjadi penting agar kelompok mampu beradaptasi dengan perubahan pola pertanian dan kebutuhan konsumen. Menurut dia, peningkatan keterampilan harus diikuti kemampuan melihat potensi ekonomi dari aktivitas yang selama ini telah dilakukan.

“Harapannya, anggota KWT semakin mandiri dalam mengelola persemaian, mulai dari menghasilkan bibit yang baik hingga mengembangkannya sebagai peluang usaha. Dengan begitu, manfaatnya bukan hanya untuk kegiatan pertanian kelompok, tetapi juga dapat memberi tambahan nilai ekonomi bagi anggota,” kata Army.

Sementara itu, Luhur Aditya Prayudhi menekankan pentingnya keberlanjutan program. Pengetahuan dan teknologi yang diperkenalkan diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh kelompok sesuai dengan kondisi lingkungan dan potensi pasar.

“Harapannya, pengetahuan dan teknologi yang diberikan dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh KWT Azalea,” ujar Luhur.

Dengan penguatan tersebut, KWT Azalea diharapkan tumbuh menjadi kelompok yang semakin produktif dan mandiri, sekaligus mampu mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang ekonomi. Program ini juga mempertegas peran Unisba Blitar dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, dan pembangunan ekonomi masyarakat.


Topik

Pendidikan Unisba Blitar KWT Azalea urban farming ecobisnis sayuran



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan