Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Beras Premium Naik, Pedagang di Malang Malah Resah Barang Makin Sulit Didapat

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

14 - Aug - 2026, 17:00

Placeholder
ilustrasi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kenaikan harga beras premium di Kota Malang tak hanya dirasakan konsumen. Pedagang di Pasar Bunul juga mulai resah karena kenaikan harga dibarengi kelangkaan sejumlah merek.

Supri, salah satu pedagang toko pracangan di Pasar Bunul Kota Malang, mengatakan hampir seluruh beras premium mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut membuat pilihan barang yang bisa dijualnya semakin terbatas.

Baca Juga : IHSG dan Rupiah Melemah Jelang Pidato Kenegaraan Prabowo Hari Ini

"Naik semua harganya. Semua beras premium naik, terus enggak ada barangnya," ujar Supri.

Menurutnya, dari sekitar 20 merek beras yang sebelumnya tersedia di tokonya, kini hanya tersisa sekitar lima merek. Sejumlah merek seperti Gold Rice, Ultimate, Raja, Sania, Fortune, Topas, hingga Sepikul disebut sudah sulit diperoleh.

Dari sisi harga, beras premium kemasan 5 kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp79 ribu kini mencapai Rp83 ribu. Supri mengatakan kenaikan tersebut berlangsung secara bertahap dan terjadi sepanjang bulan ini.

"Terakhir kulakannya sudah Rp80 ribu untuk premium kemasan 5 kilogram," katanya.

Kondisi itu membuat pedagang berada dalam posisi serba sulit. Di satu sisi harga kulakan naik, sementara di sisi lain mereka harus menjaga harga jual agar pelanggan tidak keberatan.

Namun, kenaikan harga beras sejauh ini belum membuat pembeli Supri mengurangi pembelian. Menurutnya, beras tetap menjadi kebutuhan pokok yang tidak mudah ditinggalkan.

"Enggak, pembelinya enggak berkurang. Mereka tetap butuh makan nasi, tetap dibeli," ujarnya.

Persoalan justru semakin terasa pada beras kelas medium. Supri menyebut sejumlah merek yang biasa dijualnya kini tidak tersedia di pasar.

"Medium hilang sekarang dari pasar," katanya.

Baca Juga : Oles Ulang Sunscreen Tak Selalu Harus Cuci Muka, Ini Kondisi yang Perlu Diperhatikan

Ia mencontohkan beras merek Anak Tani yang sudah dijanjikan datang sejak sepekan lalu, tetapi hingga kini belum diterima. Merek Tugu juga disebut mengalami kondisi serupa, sementara Topas sudah sekitar dua pekan tidak tersedia.

Kelangkaan tersebut membuat Supri mempertanyakan kondisi pasokan beras di lapangan. Sebab, kabar mengenai produksi dan surplus beras nasional justru berbanding terbalik dengan yang ditemuinya saat berjualan.

"Katanya Pak Prabowo surplus beras, panen berasnya. Terus pada ke mana larinya beras?" ucap Supri.

Bagi pedagang, persoalan bukan sekadar harga yang naik. Ketika barang sulit diperoleh, mereka juga kehilangan pilihan untuk menjaga stok dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Kondisi di Pasar Bunul itu menunjukkan bahwa kabar surplus beras belum otomatis membuat pasokan berbagai jenis beras mudah ditemukan di tingkat pedagang. Di tengah harga yang terus bergerak naik, pedagang kini ikut menunggu kepastian kapan pasokan kembali normal.


Topik

Ekonomi kota malang harga beras premium



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi