JATIMTIMES - Harga sejumlah bahan pangan di Kota Malang terus bergerak naik. Kondisi ini mulai dirasakan pedagang hingga pelaku usaha makanan olahan yang bergantung pada komoditas tersebut.
Salah satu yang mengalami kenaikan cukup tajam adalah kacang tanah. Di Pasar Besar Kota Malang, harga kacang tanah premium kini mencapai Rp45 ribu hingga Rp46 ribu per kilogram.
Baca Juga : Parkir Kawasan Wisata Tunjungan Romansa Dirombak, Pemkot Terapkan Portal dan Non Tunai
Harga tersebut naik cukup signifikan dibanding sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp36 ribu per kilogram. Kenaikan bahkan telah berlangsung secara bertahap selama sekitar satu bulan terakhir.
"Kenaikannya sudah sekitar satu bulan. Bertahap, dari naik seribu, dua ribu hingga sekarang sampai Rp45 ribu," ujar Umik, pedagang toko pracangan di Pasar Besar, Sabtu (15/8/2026).
Kenaikan harga mulai berdampak pada permintaan. Sejumlah pelanggan Umik yang merupakan pelaku usaha makanan memilih mengurangi pembelian karena harga bahan baku semakin mahal.
"Banyak yang mundur. Ada penjual sate, ada penjual bumbu pecel. Kan juga banyak yang pakai kacang tanah premium itu," jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi pada kacang tanah nonkupas. Komoditas yang sebelumnya dijual sekitar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram kini mencapai Rp43 ribu.
Bagi pedagang, kenaikan harga bukan hanya persoalan modal yang semakin besar. Penurunan permintaan juga membuat stok yang sudah dibeli berisiko lebih lama tersimpan.
Tekanan harga turut dirasakan pelaku usaha makanan olahan berbahan kacang. Pengusaha Kacang Goreng Bawang (KGB) Indonesia, Setianto Sakti, mengaku berada dalam posisi dilematis menghadapi kenaikan harga bahan baku.
Baca Juga : Touring Kemerdekaan? Ingat 5P untuk Tetap #Cari_Aman
Di satu sisi, kualitas produk harus tetap dipertahankan. Namun di sisi lain, menaikkan harga jual secara langsung juga berisiko membuat pelanggan beralih.
"Kalau tiba-tiba harga jual naik, ya pelanggan kabur, bisa hilang. Tapi kalau kita kurangi bahan karena harga naik, kualitas produk yang dijual yang akan turun," ujar Sakti.
Kenaikan harga pangan juga terjadi pada sejumlah komoditas ikan segar. Ikan gurami, misalnya, kini mencapai Rp48 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp35 ribu.
Pedagang ikan di Pasar Besar, Dewi Fatma, menyebut kenaikan belum merata pada seluruh jenis ikan.
"Kalau ikan air tawar harganya enggak naik, tapi lebih kepada ganti harga. Semoga memang benar karena cuaca, karena biasanya cuaca yang menjadi penyebab harga ikan naik," harapnya.
