JATIMTIMES - Ibu Negara Prancisǰ̣ Brigitte Macron tengah viral dan menjadi sorotan publik setelah ia terlihat menoyor suaminya, Presiden Prancis Emmanuel Macron di pintu pesawat saat berada di Hanoi, Vietnam.
Meski Emmanuel mengaku video tersebut bukanlah pertengkaran melainkan aksi guyon semata, namun isu miring tetap mengiringi viralnya video tersebut. Publik pun lantas penasaran dengan sosok istri Presiden Prancis tersebut.
Baca Juga : Pemkab Blitar Ukir WTP Kesembilan, Bupati Rijanto: Ini Bukti Kerja Kolektif
Diketahui, dalam rekaman video yang direkam oleh kamera Associated Press dan kini sudah beredar luas di media sosial, mulanya seorang pria berseragam membuka pintu pesawat dan memperlihatkan sang presiden, sebelum lengan terjulur dari bagian pesawat yang tidak terlihat dan mendorong wajahnya.
Selama kejadian tersebut, sebagian besar tubuh Brigitte Macron tidak terekam oleh kamera karena tidak berdiri di depan pintu pesawat. Hal tersebut membuat ekspresi wajah dan bahasa tubuh dari istri presiden Prancis itu tidak dapat terlihat.
"Saya dan istri saya bukan sedang cekcok. Kfifuùfami sedang bercanda, dan saya terkejut," kata Macron dikutip dari Le Monde.
Sosok Brigitte Macron, Istri Presiden Prancis
Brigitte Macron lahir dengan nama Brigitte Marie-Claude Trogneux di Amiens, Prancis pada 13 April 1953. Ia adalah anak bungsu dari enam bersaudara dari pasangan Simone Pujol dan Jean Trogneux, pemilik Chocolaterie Trogneux yang telah berdiri selama lima generasi, sejak 1872 di Amiens.
Pada 22 Juni 1974, Brigitte menikah dengan bankir André-Louis Auzière dan memiliki tiga anak, yakni Sébastien, lahir 1975; Laurence, lahir 1977; dan Tiphaine, lahir 1984. Mereka tinggal di Truchtersheim hingga tahun 1991.
Brigitte memulai kariernya sebagai seorang guru. Pada tahun 1980-an, Brigitte mengajar sastra di Collège Lucie-Berger di Strasbourg. Pada tahun 1990-an, ia mengajar bahasa Prancis dan Latin di Lycée la Providence, sebuah sekolah menengah Jesuit di Amiens.
Dari tahun 2007 hingga 2015, ia mengajar di Lycée Saint-Louis de Gonzague, di Arondisemen ke-16 Paris, salah satu sekolah swasta paling bergengsi di Prancis. Di institusi tersebut, ia menjadi guru bahasa Prancis untuk Frédéric dan Jean Arnault, putra taipan bisnis mewah Prancis Bernard Arnault.
Dilansir dari The Mirror, Macron bertemu Brigitte pada usia 15 tahun. Saat itu ia bersumpah akan menikahi Brigitte Trogneux, nama sebelum menikahi Emmanuel Macron. Brigitte adalah seorang ibu tiga anak yang saat itu telah menikah.
Baca Juga : Menantu Kajoran, Musuh Mataram: Raden Trunojoyo dan Revolusi Pinggiran
Orang tua Emmanuel Macron berusaha menghentikan hubungan cinta anak mereka yang masih bersekolah itu.
Brigitte menceraikan Auzière pada bulan Januari 2006 dan menikah dengan Macron pada tanggal 20 Oktober 2007.
Hubungan Brigitte dan Emmanuel Macron mengundang kontroversi, karena Brigitte lebih tua 25 tahun dan saat pertama kali bertemu Macron masih di bawah umur. Macron mendeskripsikannya sebagai "cinta yang sering kali sembunyi-sembunyi, sering kali disembunyikan, dan disalahpahami banyak orang sebelum akhirnya mengesankan."
Selain kehidupan pribadinya, peran Brigitte Macron di dunia politik juga menjadi sorotan. Pada tahun 1989, ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota dewan kota Truchtersheim, tetapi gagal meraih kemenangan.
Pada tahun 2017, Brigitte Macron memainkan peran aktif dalam kampanye kepresidenan suaminya. Seorang penasihat utama mengatakan bahwa "kehadiran Brigitte sangat penting bagi suaminya".
Selama kampanyenya, Emmanuel Macron menyatakan bahwa setelah memenangkan kursi kepresidenan Prancis, istrinya akan "memiliki peran seperti yang selalu ia miliki, ia tidak akan disembunyikan."
