JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi turut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti yang berlangsung di SDN 4 Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Selasa (20/1/2026). Kegiatan gotong royong tersebut ditujukan dalam rangka membersihkan puing-puing bangunan atap sekolah pasca ambruk pada beberapa waktu lalu.
Pada kegiatan kerja bakti tersebut juga turut diikuti oleh sejumlah pihak terkait. Di antaranya meliputi jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), hingga camat dan jajaran Muspika Kalipare.
Baca Juga : Pemkab Malang Segera Perbaiki 8 Puskesmas di Tahun 2026
Pada pernyataannya, Sanusi menyebut, pelaksanaan kerja bakti di SDN 4 Sukowilangun pasca ambruknya bangunan sekolah tersebut sebagai bentuk kepedulian dan upaya percepatan pemulihan serta pemugaran fasilitas pendidikan.
"Puing-puing (bangunan, red) sudah dibersihkan. Kemungkinan kalau administrasinya selesai, minggu depan Dinas Cipta Karya (DPKPCK Kabupaten Malang, red) sudah mulai membangun atapnya," ujar Sanusi saat ditemui JatimTIMES usai menghadiri agenda pemerintahan yang berlangsung di Pendapa Kabupaten Malang, Selasa (20/1/2026).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ambruknya tiga atap ruang kelas di SDN 4 Sukowilangun tersebut terjadi pada Minggu (11/1/2026). Pasca kejadian tersebut, Bupati Malang juga langsung melakukan peninjauan pada sekolahan yang kondisi sebagian atapnya ambruk tersebut.
Ambruknya atap tiga ruang kelas di SDN 4 Sukowilangun membuat 58 siswa dari kelas tiga, empat dan lima terpaksa mengungsi ke rumah warga. Yakni yang berada di sekitar sekolah untuk melangsungkan proses pembelajaran.
"Iya, tidak bisa, atapnya hancur semua, makanya atap yang hancur dibersihkan, terus di kasih (bangun, red) atap lagi," ujar Sanusi saat dikonfirmasi apakah kegiatan belajar mengajar masih terpaksa dilangsungkan di rumah warga.
Baca Juga : Fraksi PKS DPRD Jatim Harap Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam Makin Berdaya
Pejabat publik yang juga pernah mengabdi sebagai guru tersebut menegaskan, pembangunan kembali bangunan sekolah tersebut menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan. Sanusi berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama.
Di sisi lain, Pemkab Malang juga berkomitmen untuk mempercepat seluruh tahapan pembangunan. Yakni yang di awali mulai dari pembersihan lokasi yang telah berlangsung hari ini, kelengkapan administrasi, hingga nantinya pelaksanaan pembangunan fisik sekolah.
"Sekolah tersebut akan dibangun menggunakan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Saya harapkan minggu depan sudah dikerjakan,” pungkas Sanusi sembari menyampaikan anggaran yang diperlukan dalam pembangunan sekolah masih dalam penghitungan.
