Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Bolehkah Qadha Puasa Ramadan di Bulan Syaban? Ini Hukum dan Keutamaannya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Feb - 2026, 10:19

Placeholder
Ilustrasi puasa. (Foto dari Pixabay)

JATIMTIMES - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sebagian umat Muslim mulai mengingat kembali apakah masih memiliki utang puasa Ramadan dari tahun sebelumnya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah boleh mengganti puasa Ramadan (qadha) di bulan Syaban?

Jawabannya adalah boleh, bahkan bulan Syaban termasuk waktu yang sangat baik untuk menunaikan qadha puasa sebelum Ramadan berikutnya tiba.

Baca Juga : Mimpi Menghapus Impunitas Aparat

Qadha Puasa Ramadan Adalah Kewajiban

Dilansir dari laman BAZNAS, mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang memiliki alasan syar’i, seperti sakit, haid, nifas, atau sedang dalam perjalanan jauh.

Dasarnya adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:

“Dan barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa, sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain.”

Ayat ini menegaskan bahwa puasa yang tidak dilaksanakan di bulan Ramadan harus diganti pada hari lain. Allah memberi keringanan untuk tidak berpuasa saat ada uzur, tetapi kewajibannya tetap harus ditunaikan di waktu berbeda.

Apakah Ada Batas Waktu Mengqadha Puasa?

Para ulama menjelaskan bahwa qadha puasa sebaiknya diselesaikan sebelum datang Ramadan berikutnya. Artinya, seseorang memiliki waktu cukup panjang, dari setelah Idulfitri hingga menjelang Ramadan tahun berikutnya.

Namun, jika tanpa alasan yang jelas seseorang menunda hingga melewati Ramadan berikutnya, sebagian ulama berpendapat ia tetap wajib qadha dan disertai fidyah. Karena itu, bulan Syaban menjadi kesempatan terakhir yang sangat baik untuk menuntaskan kewajiban tersebut.

Kenapa Bulan Syaban Waktu yang Tepat?

Syaban adalah bulan yang berada tepat sebelum Ramadan. Banyak orang mulai meningkatkan ibadah sebagai bentuk persiapan spiritual. Mengganti puasa di bulan ini membuat seseorang memasuki Ramadan tanpa beban utang puasa.

Teladan ini juga dicontohkan oleh Aisyah RA. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau berkata:

“Aku memiliki hutang puasa Ramadhan, maka aku tidak dapat menggantinya kecuali di bulan Syaban.” (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa qadha puasa di bulan Syaban dibolehkan. Para ulama menjelaskan bahwa Aisyah RA menundanya karena kesibukan melayani Rasulullah SAW, sehingga Syaban menjadi waktu yang memungkinkan baginya.

Keutamaan Ibadah di Bulan Syaban

Bulan Syaban bukan bulan biasa. Rasulullah SAW justru banyak berpuasa di bulan ini. Dalam hadis riwayat An-Nasa’i dari Usamah bin Zaid RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Bulan Syaban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh manusia, yaitu bulan di antara Rajab dan Ramadhan. Bulan Syaban adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Allah, Rabb semesta alam, dan aku sangat suka jika amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)

Hadis ini menunjukkan bahwa Syaban adalah bulan istimewa, saat amal diangkat kepada Allah SWT. Maka, mengisi bulan ini dengan puasa termasuk qadha Ramadan menjadi amalan yang sangat baik.

Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?

Sebagian ulama membolehkan niat qadha puasa sekaligus mendapatkan pahala puasa sunnah Syaban. Namun, yang utama adalah tetap meniatkan qadha sebagai kewajiban, karena puasa wajib harus lebih diprioritaskan dibanding sunnah.

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan

Agar puasa qadha sah, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Berikut bacaannya:

Tulisan Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa wajib Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Niat cukup di dalam hati, namun melafalkannya membantu memantapkan niat.

Baca Juga : Puasa Nisfu Syaban 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal, Niat, Keutamaan, dan Hukumnya

Hikmah Mengqadha Puasa di Syaban

Ada beberapa hikmah mengganti puasa di bulan Syaban:

• Menyelesaikan kewajiban sebelum Ramadan datang

• Melatih fisik dan mental kembali berpuasa

• Meningkatkan kesiapan spiritual menyambut bulan suci

• Menghidupkan bulan Syaban dengan ibadah, bukan kelalaian

Dengan demikian, Ramadan bisa dijalani dengan lebih fokus pada ibadah tambahan, bukan lagi memikirkan utang puasa.

Mengqadha puasa Ramadan di bulan Syaban diperbolehkan dan sangat dianjurkan. Selain menunaikan kewajiban sebelum Ramadan berikutnya, seseorang juga berkesempatan meraih keutamaan ibadah di bulan yang sering dilalaikan manusia ini. Sebagaimana dijelaskan BAZNAS, qadha puasa adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan.

Jadi, jika masih memiliki utang puasa, jangan tunda lagi. Jadikan bulan Syaban sebagai momen untuk membersihkan tanggungan ibadah dan menyambut Ramadan dengan hati yang lebih tenang dan siap.


Topik

Agama Qadha Puasa Ramadan Bulan Syaban Hukum Puasa Qadha Keutamaan Puasa Qadha



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Agama

Artikel terkait di Agama