JATIMTIMES - Kondisi infrastruktur jalan di jalur Sedren, Wates, Kabupaten Magetan semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses vital warga ini mengalami kerusakan parah berupa lubang menganga yang tersebar di sepanjang ruas jalan. Kondisi ini dikabarkan telah dibiarkan tanpa perbaikan berarti selama bertahun-tahun.
Situasi semakin berbahaya saat musim hujan tiba. Lubang-lubang jalan tertutup oleh genangan air, sehingga tidak terlihat oleh pengguna jalan. Akibatnya, kecelakaan lalu lintas hampir terjadi setiap hari, terutama yang menimpa pengendara sepeda motor, khususnya para siswa sekolah yang melintasi jalur tersebut untuk berangkat maupun pulang sekolah.
Baca Juga : Sejumlah Rumah di Ngantang Malang Rusak Terdampak Longsoran Tebing Setinggi 10 Meter
Warga sekitar, Muha (45), mengungkapkan kekesalannya atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
"Jalan ini sudah rusak bertahun-tahun. Kalau hujan, jadinya seperti kolam lele. Banyak anak sekolah yang jatuh karena lubangnya tidak kelihatan. Kemarin baru saja ada dua siswa yang jatuh sampai seragamnya kotor semua dan motornya rusak," ujar Moha saat ditemui di lokasi.
"Kami akhirnya sepakat untuk bergotong royong memperbaiki lubang-lubang tersebut secara mandiri mengumpulkan dana dari warga, karena menunggu respon dari Dinas lama sekali," lanjut Muha.
Warga merasa heran bagaimana jalan dengan kerusakan separah ini bisa terlewatkan dari pantauan program pemeliharaan rutin PUPR.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga terhadap instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Masyarakat mempertanyakan kinerja Unit Reaksi Cepat (URC) dari PUPR yang seharusnya segera menangani kerusakan jalan sekecil apa pun untuk mencegah bahaya.
"Kami mempertanyakan fungsi URC PUPR itu untuk apa? Kalau kerusakannya sudah parah dan dibiarkan bertahun-tahun, berarti pemantauan mereka ke lapangan itu kurang maksimal," tegas Yatno salah satu tokoh pemuda setempat.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas PUPR Magetan Muhtar Wakid menjelaskan bahwa lokasi tersebut sebenarnya sudah masuk dalam pemetaan dan daftar jalan yang akan diperbaiki.
Baca Juga : Hujan Deras Gerus Drainase, Plengsengan di Oro-Oro Ombo Kota Batu Longsor
Ia menjelaskan bahwa saat ini dinas masih fokus pada perbaikan jalan rusak di beberapa tempat lain yang juga mendesak. Namun, pihak dinas berjanji akan memprioritaskan perbaikan di jalur Sedren Wates.
"Jalur tersebut sudah masuk dalam radar perbaikan kami. Saat ini tim masih fokus menyelesaikan perbaikan di titik lain. Kami berjanji proses perbaikan di jalur Sedren akan dilaksanakan minggu depan," ujarnya.
"URC kami juga tiap hari terus berjalan melakukan pengecekan semua area jalan yang berlubang, tapi mohon bersabar karena tidak satu dua jalur yang kami periksa. Dan perlu waktu juga untuk memetakannya," pungkasnya.
Masyarakat kini menagih janji tersebut dan berharap perbaikan yang dilakukan bersifat permanen, bukan sekadar tambal sulam yang cepat rusak kembali saat hujan.
