JATIMTIMES - Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, memastikan petasan menjadi pemicu utama insiden yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan belasan rumah warga.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menegaskan kepastian tersebut setelah tim gabungan dari Polres Situbondo dan Polda Jawa Timur melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian.
Baca Juga : Fakta Gajah Mada Lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur
Menurut kapolres, olah TKP yang melibatkan Tim Inafis Polres Situbondo dan Tim Labfor Polda Jawa Timur berhasil mengamankan sedikitnya 18 item barang bukti. Temuan itu antara lain puluhan selongsong petasan serta sumbu petasan yang tersebar di sekitar titik ledakan.
"Dengan temuan tersebut, kami memastikan pemicu ledakan adalah petasan, bukan bahan peledak jenis lain," ujar AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, Jumat (20/2/2026).
Tim gabungan juga menemukan adanya lubang atau cekungan di lokasi kejadian. Namun, lubang tersebut dipastikan bukan tempat penyimpanan serbuk bahan peledak, melainkan terbentuk akibat tekanan ledakan yang menyebar ke segala arah.
"Ditemukan cekungan dengan diameter sekitar 52 sentimeter dan kedalaman 7 sentimeter. Ini menunjukkan karakteristik ledakan dengan daya tekan rendah," jelasnya.
Dari hasil analisis laboratorium forensik, bahan peledak yang digunakan termasuk kategori low explosive. Komposisinya diduga berasal dari campuran klorat, sulfur, dan karbon yang lazim digunakan dalam pembuatan petasan.
Meski tergolong low explosive, dampak ledakan tersebut cukup besar. Sedikitnya 12 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak total. Selain itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan sejumlah warga mengalami luka bakar serius.
Kapolres menyebutkan, kondisi para korban yang mengalami luka bakar cukup parah membuat penyidik belum dapat meminta keterangan secara maksimal. "Tujuh korban mengalami luka bakar dan masih menjalani perawatan, sehingga belum bisa dimintai keterangan," ujarnya.
Lebih lanjut, lokasi kejadian dipastikan merupakan tempat pembuatan petasan. Aparat kepolisian saat ini masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas berbahaya tersebut.
Baca Juga : Ramadan di Gresik Makin Semarak, Trate Takjil Market Kembali Digelar
"Tempat kejadian dipastikan sebagai lokasi pembuatan petasan. Kami masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab," ujar AKBP Bayu.
Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan petasan di Dusun Mimbo menyebabkan 12 rumah warga terdampak. Rinciannya, satu rumah rusak total, dua rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan lima rumah rusak ringan.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Supriyadi (50), warga setempat. Ia ditemukan dalam kondisi tertimbun reruntuhan bangunan yang ambruk akibat ledakan. Sementara itu, Umi Kulsum (60) mengalami patah tulang pada kaki kanan akibat tertimpa material bangunan.
Lima korban lainnya, yakni Syamsul, Riko, Abdul Fais, dan Vino, mengalami luka bakar berat dan langsung dilarikan ke RSUD Asembagus untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.
Adapun rumah warga yang terdampak ledakan petasan tersebut masing-masing milik Umi Kulsum, Agustin Erni Irmawati, Fadil, Abdur Razak, Misyana, Buhari, Osey, Nito, Samsul Arifin, Moh Bustanil Faizin, Ifa Farida, dan Anni. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembuatan petasan karena berisiko tinggi dan membahayakan keselamatan jiwa.
