Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Zulkaidah 1447 H Segera Tiba, Bulan Haram dengan Jejak Ibadah dan Sejarah Penting dalam Islam

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

18 - Apr - 2026, 08:20

Placeholder
Ilustrasi datangnya bulan Zulkaidah (ist)

JATIMTIMES - Pergantian waktu dalam kalender hijriah kembali menghadirkan satu fase penting bagi umat Islam, yakni datangnya bulan Zulkaidah. Berdasarkan perhitungan resmi Kementerian Agama, awal 1 Zulkaidah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 19 April 2026. Momentum ini bukan sekadar pergantian bulan biasa, melainkan bagian dari siklus waktu yang memiliki nilai keutamaan khusus dalam ajaran Islam.

Zulkaidah termasuk dalam kelompok bulan yang dimuliakan atau dikenal dengan istilah al-asyhur al-hurum. Status ini menempatkannya sejajar dengan tiga bulan lainnya, yaitu Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Keistimewaan tersebut ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an melalui firman Allah SWT, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan.” (QS At-Taubah: 36).

Baca Juga : KPK Gerak Cepat: Pendapa hingga Kantor Dinas Tulungagung Digeledah, Puluhan Pejabat Dikumpulkan

Ayat ini menjadi landasan bahwa ada dimensi sakral dalam pengaturan waktu, di mana sebagian periode memiliki kemuliaan lebih dibandingkan yang lain.

Secara historis, penamaan Zulkaidah berkaitan dengan tradisi masyarakat Arab pra-Islam yang menghentikan peperangan pada bulan ini. Aktivitas konflik ditangguhkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kesuciannya. Nilai tersebut kemudian dilanjutkan dalam Islam dengan penekanan pada pengendalian diri dan peningkatan amal kebajikan.

Dalam konteks ibadah haji, Zulkaidah juga memiliki posisi strategis. Ia termasuk dalam rentang bulan-bulan haji bersama Syawal dan sebagian awal Zulhijjah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT, “Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi.” (QS Al-Baqarah: 197).

Dengan demikian, Zulkaidah menjadi bagian dari fase persiapan spiritual menuju puncak ibadah haji yang dilaksanakan pada bulan berikutnya.

Aspek lain yang memperkuat keistimewaan bulan ini dapat dilihat dari praktik ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Terdapat riwayat yang menunjukkan adanya preferensi waktu yang sarat makna dalam pelaksanaan ibadah oleh Nabi.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Al-Bukhari, sahabat Anas bin Malik menyebutkan, “Rasulullah berumrah sebanyak empat kali, semuanya dilakukan pada bulan Zulkaidah kecuali yang bersamaan dengan haji beliau.” 

Selain itu, sejumlah ulama juga mengaitkan Zulkaidah dengan periode tiga puluh malam yang disebut dalam kisah Nabi Musa alaihissalam. Penafsiran sebagian ulama menyebut tiga puluh malam tersebut sebagai bulan Zulkaidah yang kemudian disempurnakan dengan sepuluh hari awal Zulhijjah.

Baca Juga : Cara Cek Tagihan PBB Online 2026, Antisipasi Lonjakan Tagihan Hingga Ratusan Juta

Allah SWT berfirman, “Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa tiga puluh malam dan Kami sempurnakan dengan sepuluh malam lagi, maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya menjadi empat puluh malam.” (QS Al-A’raf: 142). 

Dalam lintasan sejarah Islam, bulan ini juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting. Di antaranya adalah peristiwa yang berkaitan dengan Bani Quraizhah pada tahun kelima Hijriah, ekspedisi menuju Haji Wada’ pada tahun kesepuluh Hijriah ketika Rasulullah berangkat dari Madinah menuju Makkah, serta terjadinya Perang Badr Sughra pada tahun ketiga Hijriah.

Selain itu, pada 7 Zulkaidah 403 Hijriah tercatat wafatnya Imam Abu Bakr al-Baqillani, seorang ulama besar dalam bidang ilmu kalam yang dikenal sebagai pembela utama akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Dengan berbagai dimensi tersebut, Zulkaidah tidak hanya dipahami sebagai bagian dari kalender, tetapi sebagai ruang waktu yang sarat nilai spiritual, historis, dan teologis. Kehadirannya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat kesadaran akan pentingnya memuliakan waktu yang telah ditetapkan Allah SWT.


Topik

Agama hijriah kalender hijriah zulkaidah kemenag



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya