Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Pembekalan LPDP Gandeng TNI, Peserta Protes Aturan Pembatasan HP

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

03 - May - 2026, 12:47

Placeholder
Ilustrasi LPDP. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam kegiatan pembekalan penerima beasiswa LPDP ramai diperbincangkan. Program yang menjadi syarat wajib sebelum keberangkatan studi itu menjadi sorotan, lamtaran banyak dari peserta yang mempertanyakan konsep kegiatan dan aturan yang diterapkan.

LPDP menjelaskan, kehadiran TNI dalam agenda tersebut bukan hal baru. Peran mereka disebut hanya sebatas mendampingi kegiatan luar ruang (outdoor) yang menjadi bagian dari rangkaian pembekalan.

Baca Juga : Pengumuman SNBT 2026 Kapan? Ini Jadwal Resmi dan Cara Cek Hasil UTBK SNBT

Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, M. Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan outdoor memang sudah rutin dilakukan pada angkatan sebelumnya. “Acara outdoor ini juga telah diprogramkan dan dilaksanakan pada angkatan-angkatan sebelumnya. Bukan hal baru dalam pelaksanaan pembekalan penerima LPDP,” kata Lukman, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Berdasarkan dokumen kegiatan LPDP, pembekalan dijadwalkan berlangsung pada 4–9 Mei 2026 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, tepatnya di Gedung Marsekal Sukardi.

Sebanyak 206 peserta akan mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari penerima beasiswa jenjang magister dan doktor, baik yang akan menempuh studi di dalam negeri maupun luar negeri.

Seluruh rangkaian pembekalan bersifat wajib. Program ini dirancang untuk membekali peserta sebelum memulai perkuliahan, termasuk dalam hal kesiapan mental dan karakter.

LPDP menyebut, pembekalan tidak hanya berisi materi akademik. Ada sejumlah aspek yang ingin diperkuat, mulai dari kerja sama tim, kedisiplinan, hingga nilai kebangsaan.

Menurut Lukman, kegiatan luar ruang menjadi salah satu metode untuk membangun kolaborasi antarpeserta. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan materi terkait penguatan karakter, etika sebagai penerima beasiswa negara, hingga kesiapan menghadapi studi di lingkungan baru.

Baca Juga : Perkuat Zona Integritas, MAN 1 Kota Malang Dorong Guru Produktif Tulis Best Practice

LPDP juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan pelatihan bela negara, meskipun dilaksanakan di kawasan militer dan melibatkan personel TNI.

Di sisi lain, sejumlah peserta mengaku keberatan dengan beberapa aturan yang diterapkan selama pembekalan. Salah satu penerima beasiswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, peserta diwajibkan mengikuti konsep kegiatan luar ruang yang cukup ketat, termasuk kemungkinan menginap di tenda.

“Saya mendapat info nanti kami akan menginap di tenda, lalu tidak boleh pegang handphone selama acara. Hanya boleh pegang handphone satu jam sehari. Hampir semua mempertanyakan buat apa?” ujarnya.

Ia juga menyebut, pembatasan penggunaan ponsel sempat lebih ketat sebelum akhirnya mengalami sedikit perubahan. “Katanya sebelum ada negosiasi, syarat-syaratnya bahkan tidak boleh ada handphone sama sekali. Setelah ada negosiasi, jadi sehari bisa pegang handphone satu jam saja. Intinya, mereka bilang ini sudah keputusan manajemen,” kata penerima beasiswa tersebut. 


Topik

Pendidikan beasiswa lpdp tni seleksi lpdp



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan